Thursday, 23 November 2017

Panggilan Keempat, KPK Kembali Gagal Periksa Setnov

Rabu, 15 November 2017 — 13:37 WIB
Ketua DPR RI Setya Novanto di KPK.  (dok/julian)

Ketua DPR RI Setya Novanto di KPK. (dok/julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali gagal memeriksa Ketua DPR RI, Setya Novanto (Setnov), Rabu (15/11/2017). Pria yang juga Ketua Umum Partai Golkar itu kembali absen dari panggilan KPK.

Sedianya, Setnov dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka korupsi proyek pengadaan e-KTP. Pengacara Setnov, Frederich Yunadi memastikan, kliennya tidak akan hadir memenuhi panggilan tersebut. “Klien kami tidak hadir sebagaimana panggilan hari Rabu (sebagai tersangka),” kata Fredrich, melalui pesan singkat.

Alasan ketidakhadirannya masih seputar judicial review Undang-Undang Nomor 30/2002 tentang KPK di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Tim kuasa hukum telah resmi melayangkan surat ke KPK menunggu hasil sidang MK atas JR terhadap pasal 46 UU 30/2002 tentang KPK,” ucap Fredrich.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah pun mengaku sudah menerima konfirmasi ketidakhadiran Setnov. “Pagi ini surat dari pengacara SN kami terima di bagian persuratan KPK. Yang bersangkutan tidak dapat hadir hari ini,” katanya.

Sebelumnya, Febri meminta Setnov memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa selaku tersangka korupsi proyek e-KTP. Surat panggilan untuk Ketua Umum Partai Golkar tersebut dikirimkan pekan lalu.
“Saya kira ini seharusnya menjadi bentuk kepatuhan kita terhadap hukum. Kalau kemudian dipanggil oleh penegak hukum sebaiknya datang,” ujar Febri, Selasa (14/11/2017).

Febri menyebut, pemeriksaan ini seharusnya menjadi kesempatan untuk Setnov memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait kasus dugaan korupsi yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

 
“Sebenarnya ini harus dilihat juga sebagai kesempatan atau ruang untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut,” imbuhnya.

Absennya Setnov dari panggilan KPK dengan demikian sudah terjadi empat kali. Sebelumnya, ia tiga kali mangkir saat dipanggil untuk menjadi saksi bagi tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo.

Setnov kembali ditetapkan sebagai tersangka korupsi e-KTP untuk kedua kalinya oleh KPK berdasarkan surat perintah penyidikan (sprindik) tertanggal 31 Oktober 2017. Dia diduga menyalahgunakan kewenangannya sehingga negara disinyalir dirugikan hingga Rp2,3 triliun.

(julian/sir)