Thursday, 23 November 2017

Pimpinan PT Asuransi Allianz Life Kembali Dilaporkan ke Polda

Rabu, 15 November 2017 — 0:52 WIB
Alvin Lim, pengacara dua pelapor

Alvin Lim, pengacara dua pelapor

JAKARTA (Pos Kota) – Setelah lolos dari jeratan tersangka kini pimpinan PT Asuransi Allianz Life Indonesia kembali dilaporkan oleh nasabahnya karena dianggap mempersulit proses klaim. Pelapor kali ini yakni Mario Sastra Wijaya dan Sulaeman.

Alvin Lim, pengacara dua pelapor mengatakan bahwa kedua kliennya melaporkan mantan Presiden Direktur PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling dan Manajer Klaim PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Yuliana Firmansyah. Laporan atas dugaan melanggar perlindungan konsumen.

“Jadi modusnya sama, mereka meminta disertakan rekam medis lengkap untuk persyaratan klaim,” ujar Alvin di Mapolda Metro Jaya, Selasa, (14/11/2017).

Ia menjelaskan, syarat yang diminta oleh PT Allianz Life Indonesia itu dirasa tidak mungkin dikabulkan. Sebab, setiap pasien memang tidak diizinkan mendapatkan rekam medis lengkap dari rumah sakit, melainkan hanya resume medis. Hal itu diduga sengaja dilakukan agar nasabah tidak mengajukan klaim.

Mengacu pada Permenkes Nomor 269/Menkes/PER/III/2008 tentang Rekam Medis dan Permenkes Nomor 36 Tahun 2012 tentang Rahasia Kedokteran, menyatakan bahwa sarana kesehatan hanya diizinkan mengeluarkan ringkasan rekam medis (resume medis).

“Total klaim Pak Mario Rp 25.500.000 rawat inap tiga kali. Kalau Pak Sulaeman empat kali rawat inap, total klaim Rp 40.500.000,” kata dia.

Dalam laporannya, Mario dan Sulaeman menyertakan bukti berupa surat dari Allianz terkait syarat penyertaan rekam medis lengkap. Selain itu, bukti surat dari pihak rumah sakit yang menolak memberikan rekam medis lengkap karena melanggar aturan.

Laporan yang dilayangkan Mario terdaftar dengan nomor LP/5418/XI/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 7 November 2017. Sementara laporan Sulaeman terdaftar dengan nomor LP/5469/XI/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 9 November 2017.

Disinggung apakah akan kembali mencabut laporan seperti halnya saat menangani kasus nasabah Allianz bernama Ifranius Algadri dan Indah Goena Nanda atas kasus yang sama, Alvin menegaskan dalam kasus saat ini kliennya tidak akan cabut laporan dan meneruskan hingga ketahap pengadilan.

“Saya sudah minta komitmen diawal, tidak akan mencabut laporan dan tetap berlanjut hingga ke pengadilan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dalam laporan Ifranius Algadri dan Indah Goena Nanda penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah menetapkan Joachim dan Yuliana sebagai tersangka. Namun perkara dihentikan karena keduanya mencabut laporan.

Alasan melakukan pencabutan laporan karena ada pihak ketiga yang membeli klaim Ifranius dan Indah dengan harga tinggi hingga 10 kali lipat, dengan syarat keduanya cabut laporan. (Yendhi)