Thursday, 23 November 2017

Rusia Berhasil Kembangkan Baju Anti Peluru, Ranjau dan Bom

Rabu, 15 November 2017 — 12:53 WIB
Baju 
.perang  Rusia anti Bom.(YouTube)

Baju .perang Rusia anti Bom.(YouTube)

RUSIA – Rentetan tembakan Ak 47, dan ledakan ranjau yang dilintasi tentara wanita rusia  Viktoria Kolesnikova, ternyata tidak membuatnya luka sedikitpun. Bahkan pakaian yang dikenakannyapun tidak tercabik.

Viktoria ternyata sedang melakukan uji coba teknologi baju perang Rusia anti tembak, ledakan ranjau dan bom mortir. Dia berjalan di sebuah lokasi simulasi perang, kemudian sengaja untuk menginjaki bom-bom ranjau yang sudah tertanam dibawah tanah tanpa rasa takut.

Hanya dalam waktu seperkian detik bom tersebut meledak dengan dahsyat tepat dibawah kakinya. Seluruh tubuh Viktoria Kolesnikova diselimuti kobaran api dan asap tebal.

Dan apa yang terjadi selanjutnya sangat mengherankan, dirinya sama sekali tidak terluka sedikitpun. Padahal baju anti tembakan tak mungkin mampu menahan ledakan bom, yang sudah pasti membuat tubuh sang pemakai berserakan akibat ledakan.

Tapi inilah teknologi baju perang terbaru buatan rusia yang mungkin menjadi pertama kalinya di dunia. Tak hanya melindungi prajurit yang memakainya dari terjangan peluru senjata saja, tapi membuat tubuhnya kebal dari ledakan ranjau sampai anti api. Ya tubuh sang pemakai juga kebal dari senjata api.

Setelah uji coba selesai,  tentara cantik itu kemudian melepas helm di kepalanya. Ia terkagum-kagum tidak percaya apa yang barusan ia alami. “Jujur aku sebenarnya sangat takut sekali kalau ranjau-ranjau yang kuinjak itu akan membuatku tewas seketika ditempat dengan kondisi tubuh hancur berantakan,” tuturnya.

Jika hanya uji tembakan saja aku masih yakin baju perang ini akan melindungi total diriku. “Tapi ya itu dia kalian sendiri sudah menontonnya dan aku tidak mengalami apa-apa, rasanya hanya geli-geli basah seperti menginjak tai ayam. Ini adalah teknologi terbaru dalam militer kami yang sangat luar biasa,” ungkap Viktoria Kolesnikova.

Sergey Kitov selaku kepala tim pengembang di TsNIITochMash menjelaskan bahwa teknologi canggih baju perang anti tembak dan ledakan ranjau itu adalah buatan perusahaannya. Baju perang itu didesain dari bahan kain aramid dengan prosedur teknologi canggih sehingga bisa menahan serangan timah panas, kobaran api sampai ledakan bom berbahaya.

Namun ia mengakui sampai detik ini masih terus mengembangkan kemampuan baju perang tersebut agar mencapai hasil semaksimal mungkin seperti yang diharapkannya. Dengan teknologi baju perang ini akan menambah kedahsyatan kekuatan militer negara Rusia kami ungkap Sergey Kitov.(Tri)