Wednesday, 24 April 2019

Pakar UI: Berdasar Primbon, Neptu Novanto Simbolik Orang Tak Mantap

Jumat, 17 November 2017 — 5:30 WIB
Dr Darmoko, dosen FIB UI, saat pengukuhan doktor budaya Jawa beberapa waktu lalu. (ist)

Dr Darmoko, dosen FIB UI, saat pengukuhan doktor budaya Jawa beberapa waktu lalu. (ist)

JAKARTA (Pos Kota)  – Pakar kebudayaan Jawa dari Universitas Indonesia (UI) Dr Darmoko HK, menyoroti karakter (perwatakan) Setyo Novanto berdasarkan wawasan dari Primbon Betalmajemur Adam Makna.

Menurut dia, Setya Novanto yang lahir pada 12 November 1954, itu jatuh pada hari Jumat Kliwon. Berdasarkan perhitungan neptu (perwatakan hari), Jumat Kliwon berjumlah 14. Jumat=6, Kliwon=8.

“Berdasarkan penjabaran Primbon Betal Jemur Adam Makna, neptu 10, 14, dan 18 ekspresi simbolik dari orang yang tidak mantap dalam membawa suatu barang (benda),” katanya dalam keterangannya, Kamis (16/11/2017).

“Hal ini sebagai sebab kegagalan dalam peperangan (pertarungan). Jika terkait dengan finansial (uang) orang yg neptu 14 dan lahir pada Jumat Kliwon gagal untuk mendapatkannya,” ujarnya.

Adapun watak hari Jumat: sumuci-suci (Jawa) atau sok suci jiwa dan hatinya. Di samping itu ia memiliki hasrat untuk menjadi baik, namun tidak berhasil (mengalami kegagalan).

“Dan watak hari pasaran Kliwon yaitu berupaya merakit, menyusun, atau menggubah bahasa yang bernuansa  diplomatis dalam berbicara karena memiliki kekuasaan dan berusaha memilah serta memilih perbuatan baik maupun buruk,” ujarnya.

Sedangkan berdasarkan kedudukannya, hari dan pasaran untuk: Jumat: auranya hitam, tidak bercahaya, kedudukannya di sebelah utara, berkota/ daerah kekuasaan  baja, artinya kokoh dan kuat, airnya berupa tinta, artinya jika mengenai sesuatu sulit untuk dihapus, kayunya arang, berguna tetapi rapuh, burungnya kakak tua artinya dapat pintar dan cerdas, lucu, dan imut, aksaranya alip artinya awal atau permulaan bisa menjadi pemimpin.

Hari pasaran Kliwon beraura kelabu (tidak bercahaya), tempatnya di tengah, menjadi penyeimbang, netkota dan daerah kekuasaan majupat (dibatasi oleh empat penjuru mata angin), berairkan madu, artinya bergelimang harta kekayaan, berkayukan Gurda, artinya memiliki kejuasaan yg cukup kuat dan kokoh, beraksarakan “tuwa”, artinya sepuh, tua memulai dan berpengalaman.

“Manusia yang lahir pada Jumat Kliwon dikuasai oleh Batara Guru, bisa bersifat baik dan bisa bersifat buruk, kadang memberikan anugerah namun juga berkoalisi dengan kejahatan,” ujar Darmoko. (win)