Thursday, 15 November 2018

Cabor Arung Jeram di PON Papua 2020

Sabtu, 18 November 2017 — 10:45 WIB
Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman saat menerima Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) periode 2017-2021, Ir RA Amalia Yunita MM CSR dan anggotanya. (prihandoko)

Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman saat menerima Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) periode 2017-2021, Ir RA Amalia Yunita MM CSR dan anggotanya. (prihandoko)

JAKARTA (Pos Kota) – Cabang olahraga (cabor) arung jeram akan memasuki babak baru. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, mendukung cabor arung jeram tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020.

Dukungan itu disampaikan Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman saat menerima Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) periode 2017-2021, Ir RA Amalia Yunita MM CSR dan anggotanya , Sabtu (18/11), di Gedung KONI Pusat Jakarta.

“Kami sangat berterima kasih kepada pak Tono Suratman yang mendukung arung jeram tampil di PON Papua 2020. Ini merupakan suatu kebanggaan yang telah lama diimpikan atlit arung jeram,” kata RA Amalia Yunita.

Tampilnya arung jeram di PON 2020, dipastikan Amalia Yunita akan tidak akan memberatkan sebaliknya menguntungkan pihak tuan rumah Papua. “Tuan rumah Papua akan untung jika cabor arung jeram dipertandingkan. Dengan investasi untuk pembangunan venus yang sangat kecil karena sudah disediakan alam, Papua bisa mempromosikan keindahan alamnya. Di sana kan banyak sungai-sungai indah yang bisa menarik wisatawan lokal maupun asing,” katanya.

Tugas RA Amalia Yunita yang terpilih menggantikan Komandan Korps Marinir Mayjen (Mar) Trusono dalam Munas FAJI di Lampung, 6 November lalu, cukup berat. Namun, ia diyakini mampu melaksanakan karena sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua Umum PB FAJI periode 1996-2001.

“FAJI itu lingkup tugasnya bukan hanya mengurus prestasi olah raga arung jeram tapi juga ada sisi pariwisata dan konservasi dimana pariwisata saat ini berkembang dan juga untuk konservasi penting dilakukan mengingat sungai-sungai di Indonesia relatif terpolusi,” pesan Tono Suratman.

Berbicara masalah program, Yuni menyebut ada lima program yang difokuskan dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga arung jeram Indonesia. Pertama, memasyarakatkan kompetisi arung jeram. Kedua, meningkatkan posisi Indonesia di dunia kompetisi arung jeram internasional.

Program ketiga yakni meningkatkan kompetensi pelaku wisata arung jeram sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan dan daya saing. Keempat, menjadi bagian dari upaya konservasi sungai dan kelima, meningkatkan tata kelola organisasi.  (prihandoko)