Wednesday, 19 June 2019

Krisis Zimbabwe: Ribuan Orang Merayakan Lengsernya Mugabe

Sabtu, 18 November 2017 — 20:24 WIB
Pesan ke Mugabe jelas: Dia harus pergi.

Pesan ke Mugabe jelas: Dia harus pergi.

ZIMBAWE– Kegembiraan terlihat di jalanan ibukota Zimbabwe, Harare, saat demonstrasi yang menuntut pengunduran diri Presiden Robert Mugabe berubah menjadi perayaan atas peran tentara mengakhiri cengkeraman kekuasaan pemimpin itu.

Wartawan BBC mengatakan demonstran memeluki dan menyoraki tentara di kerumunan.

Seorang demonstran mengatakan kepada BBC bahwa hari itu adalah “sebuah awal yang baru”.

Pawai tersebut didukung oleh tentara dan anggota partai Zanu-PF yang berkuasa.

Veteran perang – yang sampai tahun lalu setia kepada presiden – juga mengatakan Mugabe harus berhenti. Kumpulan orang di pawai belum pernah terjadi sebelumnya, kata beberapa wartawan.

Wartawan BBC Andrew Harding di Harare mengatakan bahwa ini adalah saat yang sangat penting dan tidak akan ada lagi kekuasaan Mugabe.

militerzimbawe

Seorang pria di pawai tersebut mengatakan: “Sebagai orang Zimbabwe, kami mengatakan kepada tentara kami – terima kasih banyak atas intervensi damai ini.”

“Dan inilah saatnya bagi rakyat Zimbabwe untuk mengatakan: Mugabe harus pergi dan harus pergi. Kami tidak sabar untuk menyingkirkannya. Bagi kami, ini adalah akhir dari pemerintahan otoriter dan kami akan mengambil Zimbabwe kami kembali.”

Perwakilan Zanu-PF di London, Nick Mangwana, mengatakan kepada program Today di BBC Radio 4 bahwa partai tersebut akan memberi makan orang-orang yang berpawai di luar rumah Mugabe, dan “tidak akan pergi sampai mereka memiliki surat pengunduran diri”.

“Ini bisa berakhir dalam 20 menit,” katanya. “Orang-orang datang, dia mengundurkan diri, orang-orang pergi, semuanya berakhir.”

Mugabe, 93 tahun, berada dalam tahanan rumah sejak pengambilalihan tentara pada hari Rabu (15/11), namun pada hari Jumat dia tampil di publik untuk pertama kalinya. Dia hanya membuka wisuda di sebuah universitas tempat dia menjadi kanselir.

Istrinya, Grace, tidak hadir. Diperkirakan dia telah meninggalkan negara itu tapi pada hari Kamis (16/11) dia ada di rumah bersama Mugabe.

Militer bergerak setelah terjadi perebutan kekuasaan atas penerus Mugabe.

Mugabe memecat Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa pekan lalu. Hal ini membuka jalan bagi Grace Mugabe, yang empat dasawarsa lebih muda darinya, untuk mengambil alih kepresidenan.

Militer mengatakan bahwa pihaknya “berunding” dengan Mugabe dan akan memberi tahu masyarakat tentang hasil perundingan “sesegera mungkin”.

Mugabe telah memimpin Zimbabwe sejak memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1980.(BBC)