Tuesday, 12 December 2017

Anggaran Pos Tim Gubernur Bengkak jadi Rp 28 Miliar Ini Penjelasan Sandi

Senin, 20 November 2017 — 23:25 WIB
Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno

JAKARTA (Pos Kota) – Penambahan anggaran ditemukan dalam pos tim gubernur untuk percepatan pembangunan (TGUPP) dalam Rancangan APBD DKI Jakarta Tahun 2018. Penebalan atau kebaikan anggaran meningkat sangat signifikan.

Saat masih dalam pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS), anggaran TGUPP hanya sekitar Rp2.348.040.000. Setelah melalui pembahasan dengan Banggar DPRD, anggaran naik menjadi Rp28.572.315.630.

Saat ditelusuri melalui situs web apbd.jakarta.go.id, anggaran Rp28,5 miliar itu termasuk di dalamnya honorarium anggota TGUPP. Dijelaskan, untuk honor 23 orang TGUPP dianggarakan sebesar Rp7.454. 070.000 dalam satu tahun.

Ada juga anggaran honor 37 anggota TGUPP Rp11.991.330.000 pertahun. Sedangkan untuk ketua TGUPP 14 orang, Pemprov DKI menganggarkan Rp5.077.800.000 dalam setahun.

Saat dikonfirmasi penebalan anggaran dalam RAPBD DKI 2018, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjelaskan TGUPP meliputi tim gubernur yang berada di setiap walikota/bupati. Sandi menjelaskan tim TGUPP di walikota juga diperlukan untuk percepatan pembamgunan di wilayah kota/kabupaten di Jakarta.

“Jadi selama ini TGUPP sudah ada dari zaman pemerintahan sebelumnya. Dan ini bukan hanya ada TGUPP tapi ada tim walikota untuk percepatan pembangunan yang tersebar di wilayah-wilayah. Rencananya kita akan gabungkan supaya efektif supaya efisien dalam satu TGUPP yang diperluas,” katanya di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan Senin (20/11/2017) malam.

Sandi menambahkan anggaran untuk TGUPP sengaja dimasukkan ke dalam APBD untuk proses transparansi. Politisi Partai Gerindra itu mengatakan sebelumnya, TGUPP tidak masuk dalam APBD dan sumber pendanaan untuk TGUPP juga tidak jelas.

“Karena dari sebekumnya ada sumber-sumber dana yang tidak terang benderang dari segi pendanaan untuk orang-orang yang bekerja untuk gubernur dan wagub yang tidak dianggarkan melalui APBD. jadi kita ingin semuanya justru sangat terbuka. Kita ingin 45 orang ini menjadi tim yang sigap untuk membantu gubernur wagub,” ungkap Sandi. (ikbal)