Monday, 26 August 2019

Janjian Tawuran Lewat WA, Remaja Mati Dibacok, Dua Pelaku Ditembak

Rabu, 22 November 2017 — 17:54 WIB
Remaja yang tawuran digiring polisi

Remaja yang tawuran digiring polisi

JAKARTA (Pos Kota) – Sembilan pria dari dua kelompok digulung jajaran Polres Metro Jakarta Barat setelah tawuran di Jembatan Persaki, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu, 19 November 2017 dini hari. Empat pelaku diketahui masih di bawah umur.

Atas insiden tersebut Muhammad Ridwan (15) meninggal dunia dengan luka bacok di bagian perut, tangan, dan leher.

“Kami menangkap sembilan pelaku dari 14 (pelaku) dan 5 sudah kami tetapkan sebagai DPO,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu , Rabu, (22/11/2017).

Tersangka yang dibekuk adalah AS alias Bendot (16), MZ alias Ijul (16), RA (15), RG alias Botak (16), GA alias Tutung (16), IS alias Batak (23), DA alias Belut (18), AR alias Gembel (20), dan MR alias Ngit Ngit (19).

Edy menjelaskan, sebelum tawuran dua kelompok ini terlebih dahulu saling ejek hingga diteruskan dalam pesan WhatsApp (WA) kemudian mereka janjian di lokasi yang telah ditentukan.

keterangan

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu saat keterangan pers

Usai bertemu di lokasi yang disepakati, dua kelompok ini langsung saling serang dengan menggunakan senjata tajam dan sejumlah benda lainnya. Saat itu, korban tidak bisa menghindar kala mendapat serangan dari pihak lawan yang membuatnya tewas ditempat.

Tidak butuh waktu lama pelaku dibekuk tim yang dimpin oleh Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat AKP Rulian dan Kasubnit Jatanras Polres Metro Jakarta Barat Ipda Reza.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan dua celurit, satu ikat pinggang, 1 unit handpone yang digunakan untuk janjian tawuran, dan tiga sepeda motor yang digunakan saat menuju lokasi tawuran.

“Dari sembilan tersangka dua ditembak arena melawan petugas, mereka adalah IR dan MR sebagai eksekutornya,” tutur Edy.

Pelaku kini diancam Pasal 80 Ayat 3 Pasal 76 C No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 170 ayat 2 ke 3e KUHP dan 358 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun pidana. (Yendhi/b)