Wednesday, 13 December 2017

Disarankan Akhir Tahun Ini

Munaslub Golkar Bakal Menarik, Tinggal Menunggu `Kode` dan Restu Jokowi

Rabu, 22 November 2017 — 11:07 WIB
Suasana rapat pleno Partai Golkar. (rizal)

Suasana rapat pleno Partai Golkar. (rizal)

JAKARTA (Pos Kota) – Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago, mengingatkan Partai Golkar untuk segera menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mencari pengganti Setyta Novanto (Setnov) sebagai ketua umumnya.

Sebab kata, Ipang, sapaan akrab Pangi Syarwi Chaniago, Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto sudah menjadi tersangka dan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Minggu (19/11) malam.

“Saran saya lebih tepat di akhir 2017 Golkar segera menyelenggarakan Munaslub. Golkar harus punya itikad untuk menyelesaikan dan mengakhiri silang sengkarut di internal yang cukup menguras energi Golkar di tahun 2017. Tahun politik 2018 adalah lembaran baru guna menyongsong dan menatap masa depan partai Golkar,” katanya, Rabu (22/11/2017).

Ipang membeberkan, menjelaskan yang punya potensi atau kans terpilih sebagai Plt Ketua Umum Golkar adalah Idrus Marham. Alasannya mungkin karena beliau lebih dekat dengan Setnov dan posisi sebelumnya sebagai sekjen Golkar.

Menurutnya, Plt Ketua Umum hanya akan menyiapkan Munaslub. Yang sangat dinamis dan cukup sengit pertarungannya adalah pemilihan Ketua Umum Golkar definitif via Munaslub.

Idrus Marham lebih dekat ke Setnov akan tetapi belum tentu diterima Presiden Joko Widodo. Sedangkan Airlangga Hartarto lebih dekat ke Jokowi dan bisa bekerjasama dengan pemerintah dan presiden. Nurdin Halid mungkin tidak menjadi pertimbangan karena Golkar tidak mau mengulang peristiwa hukum yang sama walaupun jabatan Nurdin Halid sebelumnya sebagai ketua harian.

Dalam munaslub nanti, lanjutnya, yang bakal berkontestasi secara elektoral saya kira belum ada figur baru atau tokoh alternatif. Masih tokoh-tokoh yang tidak jauh-jauh dari sebelumnya. Bukan mustahil akan kembali terulang berkompetisi munaslub sebelumnya. Ade Komarudin, Idrus Marham dan Airlangga Hartato dipastikan akan kembali bertarung dalam Munaslub pemilihan Ketua Umum Golkar definitif.

Namun juga jangan lupakan peran Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam menentukan Ketua Umum yang akan dipilih dalam Munaslub. JK akan menjadi decision maker dalam pemilihan ketua umum. Jika ada campur tangan JK, maka Akom kemungkinan besar akan terpilih sebagai ketua umum. Dengan begitu akan terjadi tarik-menarik kepentingan dalam munaslub.

“Setnov tentu akan memilih Idrus Marham sebagai ketua umum, sedangkan dari pihak JK akan lebih condong kepada Akom. Pertarungan di Munaslub akan sangat menarik. Tinggal menunggu ‘kode’ dan siapa yang akan mendapat restu dari Presiden Jokowi,” jelasnya.

Kerja berat dan kerja keras ketua umum definitif sudah menanti di tahun politik 2018 untuk menyusun struktur pileg dan pilpres serta menyiapkan mapping elektoral agar bisa menang dalam pemilu pileg dan pilpres yang dilaksanakan serentak. Kerja ketua umum definitif maha berat, tiga besar saja sudah syukur karena tergerusnya elektabilitas Golkar usai tersandungnya Setnov dalam kasus korupsi KTP elektronik.

“Namun yang jelas, jangan sampai ketua umum definitif hasil munaslub mengulang potensi hukum yang sama. Pilihlah ketua umum yang berintegritas, kredibel dan punya kapabilitas serta mampu membangkitkan trust building, memantik animo kepercayaan pemilih Golkar, sehingga Golkar minimal bisa masuk tiga besar partai pemenang pemilu 2019,” tegas Pangi.
(rizal/sir)