Sunday, 17 December 2017

Pemuda Muhammadiyah Protes Pernyataan Dubes Inggris

Rabu, 22 November 2017 — 12:36 WIB
Moazzam Malik ketika berkunjung ke Papua.

Moazzam Malik ketika berkunjung ke Papua.

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah Indonesia agar menegur Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, karena telah mengabaikan etika dan tata krama diplomasi.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, Rabu (22/11/2017). “Bagi saya pernyataan duta besar Inggris melalui akun Twitternya, tidak pantas,” kata Dahnil.

Seperti diketahui, Moazzam Malik dalam akun-nya menulis “Selama perjalanan ke Papua kami menyewa 12 mobil. Tidak ada satupun sopirnya yang asli Papua. Apakah mereka berhak mendapatkan pekerjaan?,”.

Dahnil menambahkan Malik telah mengabaikan etika diplomasi, apalagi pernyataan itu dia sampaikan di negara dimana dia sedang bertugas sebagai perwakilan resmi Inggris.

Menurut dia, sebagai warga negara Indonesia tentu kita berkeberatan dengan sikap yang bersangkutan yang telah mengabaikan tata krama diplomasi, dan pernyataannya tendensius seperti itu disampaikan oleh seorang dubes. Sebab itu, pemerintah agar menegur dubes Inggris tersebut.

Pernyataan Malik ini lantas menuai banyak respons dari netizen. Pasalnya, pernyataan itu bernada sindiran terhadap ketimpangan yang dialami warga asli Papua.

Ketimpangan ini adalah wacana yang disampaikan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM), termasuk oleh pemimpin mereka Benny Wenda yang saat ini berlindung di Inggris.

(johara/sir)