Sunday, 17 December 2017

Heru Pujihartono dari Bola Banting Stir ke Gulat

Kamis, 23 November 2017 — 1:54 WIB
H. Heru Pujihartono

H. Heru Pujihartono

KECINTAAN terhadap dunia olahraga tak perlu diragukan lagi dalam diri tokoh muda H.Heru Pujihartono. Sejenak tokoh satu ini ‘menghilang’ dari pentas olahraga nasional pasca dirinya membubarkan klub sepak bola putri miliknya Jakarta Matador Football Club (JMFC).

Namun, tak butuh waktu lama Heru kembali menghiasi pentas olahraga nasional. Hanya saja, dia bukan lagi di jalur sepakbola melainkan berganti membina cabang gulat DKI Jakarta. Ia dipercaya masuk jajaran pengurus gulat ibu kota.

“Olahraga mungkin sudah jadi darah daging saya. Dan saya ingin memberikan sumbangsih membina atlet untuk menghadirkan prestasi, tingkat nasional atau bahkan internasional. Apa pun saya akan lakukan dengan total jika dipercaya untuk membina atlet, tak terkecuali atlet gulat,” kata H Heru ditemui Pos Kota.

Menurut H Heru, dirinya selalu berusaha total jika mendapat amanah membina atlet. “Termasuk di gulat, saya berusaha memberikan sebisa dan semampu yang dapat saya perbuat dan lakukan untuk atlet binaan. Ini semata saya lakukan karena saya ingin atlet binaan dapat menghadirkan prestasi. Saya berusaha menerapkan atlet berlatih dan berlatih lalu bertanding. Biar urusan yang lain saya yang akan menyelesaikan,” jelasnya

Totalitas gaya membina H Heru pun mulai menghadirkan prestasi. Pada gelaran Kejurnas Gulat Senior 2017, kontingen gulat ibukota yang belakangan selalu gagal mempersembahkan medali emas, kali ini berhasil membuahkan keping emas.
BERLATIH KERAS

“Intinya saya ingin tanamkan kepada atlet binaan saya, dengan berlatih keras dan disiplin tinggi pastinya akan menghasilkan prestasi. Dan sebaliknya, jangan berharap prestasi hadir jika latihan hanya setengah-setengah,” tutur pria pemilik perusahaan katering Nendia Primarasa itu menambahkan.
Figur H Heru memang dapat dibilang bertangan dingin menjadi pembina olahraga. Semasa membina Matador FC pun dirinya cukup berhasil menghadirkan prestasi membanggakan. Dari klub kecil Matador FC tumbuh menjadi klub yang cukup disegani di pentas sepakbola wanita di Tanah Air.

“Saya orangnya tak mau setengah-setengah jika mendapatkan amanah. Itu yang selalu saya jadikan pegangan. Alhamdulillah karena itu saya dapat menghadirkan prestasi demi prestasi, walau masih jauh jika dibilang sukses,” tuturnya.

Ditambahkannya, setidaknya pegulat DKI Jakarta sekarang ini sudah diperhitungkan oleh daerah lain. “Tapi saya bilang kepada atlet gulat binaan, jangan pernah cepat merasa puas dengan apa yang sudah mereka raih. Mereka harus pandang ini baru awal karena jalan di depan masih panjang dan cukup berat untuk meraih prestasi demi prestasi yang lebih tinggi,” tuntasnya (prihandoko/bu)