Wednesday, 17 July 2019

Seperator di Jalan Margonda Depok Bikin Macet!

Kamis, 23 November 2017 — 0:29 WIB
Jalan Margonda Depok semakin macet setelah adanya beton pembatas jalan

Jalan Margonda Depok semakin macet setelah adanya beton pembatas jalan

DEPOK (Pos Kota) – Proyek pembuatan separator atau pemisah badan Jalan Raya Margoda sepanjang 1 Km belakang mulai menuai protes dan keluhan sejumlah pemakai kendaraan karena badan jalan semakin menyempit dan kerap terjadi antrean panjang.

Kemacetan terjadi di sejumlah titik khususnya di depan pusat perbelanjaan Margo City dan setiap jalur putar maupun masuk jalur lambat atau cepat.

“Kondisinya semakin parah setelah tiga minggu belakangan dikerjakan dan dipasang separator atau beton pemisah badan jalan,” keluh Ny. Heryani, warga Pancoran Mas, Rabu (21/11).

Sempitnya jalur masuk ke jalur lambat dari jalur cepat setelah adanya beton pemisah jalan dan banyaknya angkutan kota maupun ojek online parkir di piggir jalan menambah kesan semrawut serta kemacetan hampir setiap hari terlebih saat jam sibuk pulang kerja siang hingga malam hari. Bahkan, adanya pembatas jalan kerap terjadi kecelakaan lalu lintas karena kurangnya rambu lalu lintas.

Menurut dia, sejak adanya pembuatan pemisah badan jalan sudah diprotes dan dipertanyakan masyarakat karena badan Jalan Raya Margonda bakal semakin sempit namun jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok tetap ngotot membangun sepanjang 1 Km dengan dana mencapai Rp 750 juta.

BAKAL DIEVALUASI

Menanggapi keluhan itu, Walikota Depok Muhammad Idris, menegaskan pembangunan itu memang tengah dievaluasi untuk melihat sampai sejauhmana kemacetan serta titik-titik mana saja penyebab kemacetan di ruas jalan tersebut. “Saya sudah minta dishub untuk mengevaluasi kondisi di lapangan berkoordinasi dengan jajaran kepolisian setempat,” tuturnya itupun bila ada yang harus dibongkar.
Kepala Dishub Depok, Gandara Budiana, menambahkan pembongkaran beton pembatas jelas tidak mungkin karena setiap jalan utama harus memiliki pemisah jalan. “Tidak mungkin dibongkar semua karena memang beton pemisah jalan harus ada di setiap jalan utama,” tuturnya yang menambahkan kalupun dilakukan adalah penambahan rambu lalu lintas dan beberapa titik pembongkaran saja.

Yang mendapatkan perhatian serius dari Dishub Depok, tuturnya dia, penambahan lebar jalur masuk dari jalur cepat ke jalur lambat jadi beton pemisah harus dibongkar beberapa meter dan penangganan serius angkutan umum maupun pengemudi ojek online yang menunggu calon penumpang di pinggir jalan depan pusat belanja tersebut. (anton)