Tuesday, 16 July 2019

Atap SD Ambruk, Murid 3 Kelas Belajar Bergiliran di 1 Ruang

Jumat, 24 November 2017 — 19:34 WIB
SDN 02 Sukaraja di Kabupaten Bogor yang atapnya ambruk. (ist)

SDN 02 Sukaraja di Kabupaten Bogor yang atapnya ambruk. (ist)

BOGOR (Pos Kota) – Ambruknya atap bangunan SDN 02 Sukaraja, Bogor, membuat murid sekolah itu harus giliran belajar bergiliran. Ini dilakukan lantran Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor belum melakukan perbaikan atap sekolah yang roboh pada 18 Nivember 2017.

SDN 02 yang berlokasi di Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, ambruk, saat kawasan ini dilanda hujan deras.

“Yang ambruk atap ruang kelas 3 malam. Saat itu hujan deras. Karena kelasnya ambruk, murid-murid terpaksa harus belajar bergiliran,” kata Betty, kepala skeolah.

Ia menambahkan selain atap roboh, dua ruangan untuk kegiatan belajar mengajar siswa kelas 2A dan 2B juga rawan ambruk. “Daripada anak didik jadi korban, saya putuskan dua kelas yang terancam roboh itu dikosongkan. Ini antisipasi dari pada jatuh korban,” kata Betty.

Dampak dari satu ruang kelas yang sudah ambruk dan dua ruangan lagi terancam roboh, kegiatan belajar mengajar terpaksa digilir. Siswa kelas 3, 2A, dan 2B mengikuti kegiatan belajar mengajar secara bergiliran di ruang kelas I.

“Belajar jadi terganggu karena satu ruangan dipakai tiga kelas,” papar Betty.

Menurutnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor belum memberi kepastian perbaikan. Namun informasi yang didapat, sekolah ini akan mendapat dana perbaikan dari kementrian pendidikan tahun ini juga.

“Kalau bantuan dari Kementerian Pendidikan turun tahun ini, maka awal tahun, kegiatan belajar mengajar akan kembali normal. Saya berharap, sekolah ini diperbaiki, agar siswa tak terganggu aktifitas belajarnya,”ujarnya.

Beberapa bulan sebelum kejadian, sambungnya, sekolah telah memprediksi atap bangunan sekolah tersebut bakal ambruk, karena kondisinya sudah keropos. “Atap memang sudah melengkung. Kalau hujan deras saya suka was-was, takut tiba-tiba ambruk,” kata Betty. (yopi/yp)