Wednesday, 13 December 2017

Bentengi Institusi dari Narkoba

Jumat, 24 November 2017 — 4:54 WIB

INDONESIA sudah masuk dalam status ‘darurat narkoba’. Tidak ada wilayah RT/RW yang tak dimasuki narkoba. Begitupula instansi pemerintah, lembaga tinggi negara, Polri maupun TNI yang anggotanya tak tersentuh narkoba. Bahkan kepala daerahpun ada yang jadi pemadat. Begitu dasyatnya barang laknat tersebut menggempur semua lini.

Membangun benteng dari dalam, adalah salah satu langkah mempertahankan diri dan lingkungan dari serbuan barang berbahaya tersebut. Karena membangun pertahanan dari dalam, akan lebih kokoh bila dilakukan dengan cara memperkuat solidaritas sosial dalam satu kelompok atau komunitas.

Langkah Kapolda Metro Jaya Irjen Pol melakukan tes urine bersama petinggi polda serta ratusan anggotanya secara mendadak, merupakan langkah pencegahan sejak dini. Ini patut diapresiasi. Pemeriksaan urine secara mendadak bisa mendeteksi apakah ada oknum-oknum anggota yang tercemar narkotika.

Akan lebih mudah diatasi bila terdeteksi sejak awal, ketimbang bila kondisi pengguna sudah parah. Terlebih lagi tugas polisi dalam menangani kasus-kasus narkoba, menuntut aparat di lapangan bersentuhan dengan jaringan pelaku kejahatan. Situsasi ini tentu sangat rentan menyebabkan petugas terkontaminasi.

NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif) adalah musuh besar bangsa karena mengancam ketahanan nasional. Badan Narkotika Nasional (BNN) melansir, tahun 2017 ini jumlah pengguna narkoba di Indonesia mencapai 5 juta sampai 6 juta orang. Ibarat gunung es, jumlah tersebut bisa lebih besar karena banyak yang tidak terdeteksi.

Berton-ton narkoba jenis shabu dan turunannya, ekstasi dan variannya, pil happy five serta jenis lain yang terus berevolusi, baik selundupan dari luar negeri maupun buatan lokal ditebar mafia ke masyarakat. Bisa jadi hanya sebagian kasus yang terungkap dan barang bukti bisa disita, yang lainnya lolos.

Strategi perang melawan narkoba salah satunya adalah langkah preventif pencegahan dan meningkatkan imunitas masyarakat terhadap serangan barang laknat. Strategi inilah yang dikedepankan BNN guna mematikan pangsa pasar mafia di Indonesia.

Pencegahan yang dilakukan Polda Metro Jaya dengan cara membersihkan diri dari dalam, patut diikuti oleh lembaga lain, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Tidak perlu malu bila ada oknum yang ketahuan tercemar narkoba, karena tidakan preventif jauh lebih baik. Ayo sama-sama menyatakan say no to drugs. **