Monday, 24 September 2018

Film Naura & Genk Juara Dituding Pojokkan Islam, Kak Seto : Justru Mengandung Unsur Pendidikan

Jumat, 24 November 2017 — 6:48 WIB
naura

JAKARTA (Pos Kota) – Film musikal anak bertitel Naura & Genk Juara garapan sutradara Eugene Panji telah diputar di bioskop mulai pekan lalu. Namun sejumlah pihak merespon negatif film yang dibintangi putri Nola Be3, Naura itu.

Pasalnya, ada penggambaran tokoh antagonis yang dinilai mendiskreditkan Islam. Mulai fisik penjahat yang berkumis, brewok dan berjenggot lebat. Disamping karakter fisik, penjahat tersebut kerap mengucapkan istigfar, Astaghfirullah, doa makan serta takbir Allahu Akbar!

Akibatnya terbangun persepsi bahwa karakter muslim dan penjahat seolah beriringan.
Anehnya, pada karakter anak sama sekali tidak ada dialog mengucapkan lafas doa.

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau biasa disapa Kak Seto menanggapinya dengan bijak. “Setiap masalah itu selalu ada penilaian. Bagaimana kita memberikan pandangan ke anak hal yang positif. Justru jangan cenderung dicari-cari sesuatu yang tidak relevan”.

“Muslim tidak selalu yang jenggotan. Banyak yang klimis juga Islamnya bagus. Jadi sebaiknya masyarakat tidak mempersempit nilai agama tertentu. Jangan mempersempit nilai Islam. Islam adalah agama yang damai. Agama yang sangat mengedepankan persahabatan,” ujar Seto Mulyadi.

“Justru film Naura & Genk Juara mengandung unsur pendidikan dan seni yang jarang ditemui dalam tayangan untuk anak-anak belakangan ini,” lanjutnya.

“Film ini menerima kritikan silakan, tapi mohon jangan terkesan hanya dicari-cari yang justru akan mematikan kreativitas di tengah kekosongan film anak saat ini,” beber Seto lagi.

“Kami dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, saya sebagai Ketua Umum memberikan apresiasi yang sangat tinggi dari film ini. Karena di tengah kehausan anak-anak terhadap film anak-anak yang edukatif, ini sungguh jawaban yang sangat menyegarkan. Film ini mengusung semangat film keluarga dengan banyak pesan moral tentang persahabatan, cinta alam, dan nilai edukatif lain,” bebernya.

Sementara itu produser film Naura dan Geng Juara, Amalia Prabowo menegaskan bahwa tujuan awal pembuatan film tersebut adalah untuk menyebarkan semangat persahabatan dan rasa nilai-nilai kebangsaan. “Jadi mari kita berfikir positif,” ungkap Amelia.

Film produksi Kompas Gramedia Production bersama Creative & Co itu berkisah mengenai pertemanan Naura, Okky, dan Bimo. Mereka mewakili sekolah dalam mengikuti kompetisi sains yang berlokasi di Situ Gunung. Di sana, ketiganya bertemu dengan Kipli, seorang ranger cilik yang memiliki misi untuk menggagalkan Trio Licik, sindikat perdagangan hewan liar. (ali/d)