Monday, 15 July 2019

Sandi Tidak Mau Menggunakan Istilah ‘Revolusi Putih’ Seperti Usulan Prabowo

Jumat, 24 November 2017 — 16:44 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno

JAKARTA (Pos Kota) – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan tidak akan menamai bantuan subsidi pangan bagi warga, termasuk penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) dengan program Revolusi Putih. Sandi khawatir label Revolusi Putih dapat memecah belah persatuan warga Jakarta karena program tersebut politis.

Diketahui, Revolusi Putih adalah gagasan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Program tersebut telah disampaikan Prabowo kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo beberapa waktu lalu. Saat itu dijelaskan Hashim, Revolusi putih merupakan pemberian makanan bergizi bagi pelajar di Jakarta.

“Jadi kalau ngomong bilangnya labelnya Revolusi Putih itu nanti diartikan bahwa ini karena Pak Prabowo dan karena Pak Prabowo itu semuanya politis gitu. Takutnya kalau pakai label-label tersebut nanti memecah belah. Kita enggak mau memecah belah,” kata Sandi di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (24/11/2017).

Diketahui subsidi pangan untuk enam produk telah dianggarakan pada 2018 sebesar Rp885 miliar. Enam produk pangan tersebut meliputi daging sapi, daging ayam, telur, beras, ikan beku, dan susu.

Sandi menjelaskan dengan subsidi pangan diharapkan warga khususnya anak-anak kurang mampu dapat tercukupi kebutuhan gizinya sehingga dapat hidup sehat.

” Yang penting ada ikan juga. Jadi ini juga yang paling terpenting supaya kita asupan proteinnya gak terganggu,” imbuh Sandi.

Politisi Partai Gerindra itu menegaskan program tersebut tidak menjadi proyek. Karenanya ia mendorong agar peternak pengahsil susu dan usaha kecil menengah (UKM) dapat berpartisipasi, termasuk dari luar Jakarta.

“Jangan sampai ini jadi proyek karena kita enggak bicara merk, tapi kita ingin mendorong justru peternak-peternak penghasil susu, UKM-UKM di seluruh Indonesia. Dan perbatasan di Jakarta itu juga bisa berpartisipasi,” tandasnya. (ikbal)