Monday, 11 December 2017

Urusan PAUD dan Tugas TGUPP

Sabtu, 25 November 2017 — 4:51 WIB
zamanow

Oleh S. Saiful Rahim

“ZAMAN nov. Eh, zaman nov atau zaman now ya?” kata Dul Karung ragu-ragu, tetapi tangannya tanpa kikuk sedikit pun enak saja mencomot sepotong singkong goreng yang masih kebul-kebul.

“Kau mau ngomong apa sih, Dul? Ribet amat,” tanya orang berseragam safari yang duduk di dekat pintu masuk warung kopi Mas Wargo.

Sebelumnya dia jugalah yang menjawab dengan fasih ucapan assalamu alaykum disampaikan Dul Karung di ambang pintu masuk.

“Aku mau bilang zaman sekarang,” jawab Dul Karung sambil mengunyah singkong goreng.

“Kalau begitu kau tinggal menentukan gaya apa yang kau mau pakai? Kalau anak muda sok keren menyebut zaman now. Kalau politisi sinis menyebut zaman nov. Maksudnya tentu zaman Novanto. Demikianlah menurut sahibul hikayat,” jelas orang itu mengundang senyum hampir semua hadirin.

“Lalu politisi muda yang sinis menyebutnya apa?” tanya orang yang duduk di ujung kiri bangku panjang, memperpanjang dan juga menambah jumlah senyum hadirin.

“Ah! Sudahlah! Jangan ngomong hilir-mudik macam pengemudi taksi belum memperoleh setoran. Katakanlah Dul, apa yang mau engkau pertanyakan? Bukan bagaimana mempertanyakannya?” sela orang duduk di ujung kanan bangku panjang bernada tinggi. Kalau belum pantas disebut membentak.

“Begini! Aku bingung juga heran. Ada dua pejabat yang sama-sama mengepalai lembaga dinas yaitu Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Kadis PM-PTSP ). Kedua beliau itu saling salah menyalahkan, atau setidak-tidaknya satu sama lain saling tidak percaya, ketika berbicara soal PAUD,” kata Dul.

“Yang kau maksud PAUD itu Pendidikan Anak Usia Dini?” potong entah siapa dan duduk di mana.

“Ya,” tegas Dul Karung.

“Astaghfirullah. Pejabat tingkat kepala dinas kok bersikap kurang elok di depan anak-anak yang masih murni,” sambar orang yang duduk selang tiga di kanan Dul Karung.

“Gapapalah. Kan bukan bertengkar langsung di depan anak-anak tersebut. Tapi di berita koran. Lagi pula, kalaupun di depan anak-anak, mereka gak ngerti apa yang kedua beliau itu pertengkarkan,“ kata orang persis di depan Mas Wargo.

“Lagi pula siapa tahu bisa menjadi salah satu tugas Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan yang hanya dimiliki Gubernur DKI dan yang jumlahnya sekarang sepuluh setengah kali lipat dari yang pernah dipunyai Jokowi ketika jadi Gubernur DKI Jakarta dulu,” kata Dul Karung sambil nyeloyor meninggalkan warung kopi. ( syahsr@gmail.com)*