Wednesday, 13 December 2017

Di Rumah Tak Dapat `Jatah` Pengojek Garap Pelanggan

Senin, 27 November 2017 — 8:15 WIB
nah ini dia 27

BIAR tukang ojek, Asmowi, 46, menganggap bahwa seks itu sebagai panglima. Buktinya, hanya 3 hari tak diberi “jatah” istri di rumah, sudah nabrak-nabrak nggak keruan. Menik, 17, pelajar SMA yang jadi langganannya, dicabuli sampai dua kali. Baru selesai berbuat, Asmowi ditangkap Pak RT. Ancur dah……..

Jika punya duit banyak, lalu kemampuan materil itu berbanding lurus dengan onderdil, ada baiknya ikut seminar sehari bertajuk “Cara cepat beristri empat” di Jakarta. Di sini peserta akan memperoleh pencerahan tentang bagaimana kiat-kiat mencari istri hingga 4, dan mereka ini akur-akur saja dalam kerangka keluarga sakinah. Tapi jika punya potensi jadi suami “istikomah” alias istri tiga kontrak rumah, ya sudah berbini satu saja. Itu bentuk rasa syukur umat kepada Tuhannya.

Asmowi warga Prabumulih Barat, Lampung, boro-boro ikut seminar begituan. Baru berbini satu saja harus dibela-belain jadi Opang alias ojek pangkalan. Dan karena keterbatasan ekonominya itu, Asmowi harus bersyukur dengan apa yang ada. Dia harus pandai-pandai mendayagunakan “aset” miliknya itu, bagaimana supaya tepat guna dan sesuai dengan azas manfaat.

Dalam usia menjelang kepala lima, stamina Asmowi dalam urusan peranjangan tak juga menurun. Seminggu dua kali dia masih mampu menjalankan sunah rosul. Beda dengan istrinya. Mungkin karena jenuh, dia minta pengertian suami agar tidak terlalu sering minta jatah. “Jangan sering-sering, tidak baik mas. Nanti bisa pilek lhoh….,” kata istri seperti terhadap anak kecil saja.

Memangnya seks itu es mambo, kebanyakan bisa kena influenza? Makanya Asmowi berulangkali minta diskresi dari kebijakan istri tersebut. Tapi sang istri tak bisa diajak kompromi. Dia hanya mau melayani seminggu sekali. Prinsip istri Asmowi, hemat energi itu tidak melulu urusan perlistrikan dan strom. Energi suami untuk urusan ranjang juga perlu dihemat. Jangan sampai dengkul jadi keropos karenanya.

Gara-gara embargo istri, Asmowi sebagai pengojek jadi pusing. Jika ditahan-tahan, lama-lama bisa jadi vertigo macam Ketua DPR. Karenanya pengojek itu jadi nekad. Pas jemput Menik pelanggannya, gairahnya tiba-tiba meledak. Melihat siatuasi demikin kondusif, gadis ABG itu pun disergapnya. Tapi karena terlalu bernafsu, peluit panjang keburu berbunyi padahal bola belum sempat ditembakkan ke gawang lawan.

Tapi hal itu menjadikan Asmowi makin berani, soalnya Menik tak juga mengadu pada keluarga atas kelakuan Asmowi. Maka minggu berikutnya, kembali dia berulah. Lagi-lagi dia berulah. Pas rumah sepi untuk kedua kalinya Menik disergap dan kali ini berhasil. Tapi sayang, baru saja Asmowi hendak berkemas-kemas, di luar Pak RT dan warga sudah mengepungnya.

Bagaimana mau mungkir, karena jejak-jejak skandal asmara itu demikian nyata. Maka ketika kemudian dia diserahkan ke polisi, hanya bisa pasrah. “Saya pusing Pak, sudah 3 hari saya belum “ngetap olie” di rumah.” Kata Asmowi bertamsil.

Memangnya binimu masih pakai bensin campur? (JPNN/Gunarso TS)