Thursday, 15 November 2018

Jepang Deteksi Sinyal Radio Persiapan Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik

Selasa, 28 November 2017 — 10:27 WIB
reuters

reuters

JEPANG –  Jepang telah mendeteksi sinyal radio yang menunjukkan bahwa Korea Utara mungkin sedang bersiap untuk peluncuran rudal balistik lainnya, meskipun sinyal semacam itu tidak biasa dan gambar satelit tidak menunjukkan aktivitas baru, kata sebuah sumber pemerintah Jepang pada hari Selasa (28/11/2017).

Setelah menembaki rudal dengan kecepatan sekitar dua atau tiga bulan sejak April, rudal Korea Utara diluncurkan pada bulan September, setelah Pyongyang menembakkan sebuah roket yang melewati pulau Hokkaido utara Jepang.

“Ini tidak cukup untuk menentukan (jika peluncuran segera terjadi),” kata sumber tersebut kepada Reuters.

Kantor berita Kyodo Jepang melaporkan Senin malam bahwa pemerintah Jepang waspada setelah menangkap sinyal radio yang  menunjukkan peluncuran bisa dilakukan dalam beberapa hari.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa sinyal tersebut mungkin terkait dengan pelatihan militer musim dingin oleh militer Korea Utara.

Kantor berita Korea Selatan Yonhap, mengutip sumber pemerintah Korea Selatan, juga melaporkan bahwa pejabat intelijen Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang baru-baru ini mendeteksi tanda-tanda kemungkinan peluncuran rudal tersebut dan telah siaga lebih tinggi.

Ditanya tentang laporan media, juru bicara Pentagon, Kolonel Robert Manning mengatakan kepada wartawan bahwa Amerika Serikat terus mengawasi Korea Utara dengan sangat teliti.

“Ini adalah upaya diplomatis yang dipimpin pada saat ini, didukung oleh pilihan militer,” katanya. “Aliansi Republik Korea dan AS tetap kuat dan mampu melawan provokasi atau serangan Korea Utara.”

Dua sumber pemerintah AS yang akrab dengan penilaian resmi kemampuan dan aktivitas Korea Utara mengatakan bahwa sementara mereka tidak segera mengetahui adanya intelijen baru-baru ini yang menunjukkan bahwa Korea Utara sedang mempersiapkan untuk meluncurkan tes rudal baru.

Pemerintah AS tidak akan terkejut jika tes tersebut dilakukan dalam waktu dekat. Pejabat intelijen A.S. lainnya mengatakan bahwa Korea Utara sebelumnya telah mengirimkan tanda-tanda persiapan ujicoba rudal dan nuklir yang menyesatkan dengan sengaja, sebagian untuk menutupi persiapan nyata, dan untuk menguji A.S. dan intelijen sekutu dalam aktivitasnya.(Tri)