Tuesday, 22 May 2018

Pemuda Muhammdiyah Tidak Akan Segan Menyampaikan Kritik

Selasa, 28 November 2017 — 22:30 WIB
Pemuda Muhammadiyah yang menggelar Tanwir II (Rapat Kerja Nasional) Pemuda Muhammadiyah di Palangkaraya-Kalimantan Tengah, yang berlangsung selama 3 Hari, sejak 26-29 November 2017. (ist)

Pemuda Muhammadiyah yang menggelar Tanwir II (Rapat Kerja Nasional) Pemuda Muhammadiyah di Palangkaraya-Kalimantan Tengah, yang berlangsung selama 3 Hari, sejak 26-29 November 2017. (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Dalam menghadapi dinamika politik 2019 Pemuda Muhammadiyah harus aktif dalam mengambil peran kebangsaan, tapi tentu bukan mengambil peran politik praktis sebagaimana peran yang diambil partai politik.

Demikian hasil Tanwir II (Rapat Kerja Nasional) Pemuda Muhammadiyah di Palangkaraya-Kalimantan Tengah, sejak 26-29 November 2017.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. Dalam keterangannya, Selasa sore (28/11), mengatakan politik dengan semangat amar maruf nahi munkar (menegakkan kebaikkan dan mencegah kemungkaran) menjadi ruh setiap langkah Pemuda Muhammadiyah yang berlandaskan kepada alquran dan sunnah maqbulah.

Dahnil menambahkan Pemuda Muhammadiyah mengingatkan tentang empat nilai akhlak politik kebangsaan, Pemuda Muhammadiyah merupakan perpanjangan tangan Muhammadiyah dalam perjuangan menegakkan amar maruf nahi munkar.

“Termasuk dalam rangka menghadapi hiruk pikuk politik jelang Pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019 yang akan datang. Untuk itu perlu dirumuskan suatu khittah (garis) perjuangan Pemuda Muhammadiyah dalam menyongsong tahun politik 2018,” terang Dahnil.

Ia mengatakan Pemuda Muhammadiyah meyakini bahwa politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan salah satu aspek dari ajaran Islam dalam urusan keduniawian (al umur al duniawiyat) yang harus selalu dimotivasi dan dibingkai dengan nilai luhur agama.

Pemuda Muhammadiyah juga tidak pernah bosan menyeru dan mengingatkan kepada pemerintah, serta seluruh pengambil kebijakan untuk menjalankan amanah secara adil, berlandaskan nilai moral dan agama.

Ia mengatakan Pemuda Muhammadiyah tidak akan sungkan untuk menyampaikan kritik dan terus mengingatkan semua pihak, baik pembuat kebijakan, media, maupun rakyat keseluruhan demi terwujudnya kemashlahatan bersama.(Johara)