Wednesday, 13 December 2017

Siaga Menangkal Bencana

Selasa, 28 November 2017 — 4:47 WIB

PERINGATAN dini yang dikeluarkan oleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) cukup mengejutkan. Mulai hari ini, Selasa (28/11/2017) selama tiga hari daerah-daerah di Pulau Jawa dan Sumatera terancam dilanda badai tropis jenis baru yang disebut ‘badai cempaka’.

Dampak badai tropis, diprediksi terjadi hujan deras disertai angin kencang dan puting beliung di berbagai daerah, termasuk di Jakarta. Peringatan yang disampaikan BMKG tersebut tidak berlebihan karena cuaca buruk sebenarnya sudah mulai terasa.

Efek dari cuaca ekstrem di wilayah DKI sudah mulai terasa dampaknya beberapa hari ini. Hujan dan angin kencang pada Minggu (26/11/2017), merobohkan sebuah menara BTS (Base Transceiver Station) di Cipayung, Jakarta Timur, hingga menimpa tiga rumah. Senin kemarin, sebuah pohon besar di Jakarta Pusat juga tumbang menimpa sebuah mobil akibat diterpa angin kencang.

Peristiwa alam tidak bisa ditolak atau dicegah, hanya bisa dihindari atau diantispasi dampak yang ditimbulkan. Sosialisasi peringatan dini yang dilakukan BMKG, jangan dianggap angin lalu. Warning ini harus cepat direspon baik oleh masyarakat, pemerintah pusat maupun daerah, instansi terkait, relawan maupun elemen lainnya.

Merespon peringatan dari BMKG, Pemprov DKI Jakarta harus sudah siap. Gubernur Anies Baswedan sudah menggelar apel Operasi Siaga Bencana yang diikuti oleh sekitar 50 ribu personel jajaran SKPB (Satuan Kerja Perangkat Daerah), ormas maupun elemen lainnya.

Dinas terkait juga dituntut cepat bergerak, menoping pohon tua yang rawan tumbang, memantau lokasi tiang reklame maupun tower yang rawan roboh dan tindakan lainnya. Di Jakarta, ada ribuan bahkan mungkin puluhan ribu pohon tua. Sayangnya, pemrov tidak memiliki data pasti berapa jumlah pohon besar berusia tua yang rawan tumbang.

Masyarakat pun harus siaga dan meningkatkan kewaspadaan. Pengendara lebih baik menghindari lokasi-lokasi rawan. Siapa pun tidak ingin bencana terjadi. Tetapi langkah preventif lebih baik dilakukan sebelum musibah terjadi. Langkah mitigasi bencana penting guna mengurangi risiko yang ditimbulkan. Terlebih lagi cuaca tak menentu masih terjadi sampai Januari 2018 mendatang. **