Friday, 16 November 2018

Maswadi Rauf: Jokowi Jangan Tergoda Ambil Alih Ketum Golkar

Rabu, 29 November 2017 — 13:25 WIB
Presiden Jokowi

Presiden Jokowi

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi agar jangan tergoda untuk mengambil – alih menjadi calon ketua umum (Ketum) Partai Golkar, karena akan memperkeruh suasana di internal partai tersebut.

Demikian disampaikan Guru Besar Ilmu Politik dari Universitas Indonesia (UI) Prof Maswadi Rauf di Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Itu diucapkannya menanggapi sejumlah elit di Golkar yang akan menarik Jokowi untuk memimpin partai tersebut menggantikan Setya Novanto.

Menurut Maswadi, selain akan memperkeruh suasana di internal Golkar, juga Jokowi akan disebut sebaga pengkhianat oleh orang PDIP. “Jokowi meskipun bukan pengurus PDIP tapi sudah menjadi bagian dari PDIP, bahkan elit PDIP, karenanya Jokowi akan disebut sebagai pengkhianat kalau menjadi Ketum Golkar ,” terang Maswadi.

Ia menilai Jokowi memang berpeluang sangat besar untuk menjadi Ketum Golkar, apalagi dengan posisinya sebagai presiden. Selain itu, tidak masalah seorang presiden memimpin partai seperti yang dilakukan Presiden SBY, dan sekaligus menjadi Ketum Partai Demokrat.

Namun, tambah Maswadi, Jokowi agar tidak tergoda oleh orang-orang yang akan menariknya untuk menjadi Ketum, karena siapa sangka mereka yang akan menarik Jokowi justru akan menjerumuskannya.

“Itu memang hak politik Jokowi tapi dia (Jokowi) tetap akan mendapat perlawanan dari internal Golkar yang tidak setuju, karena tiba -tiba orang luar memimpin Partai Golkar,” terang Maswadi.

Sebab itu, saran Maswadi, Jokowi tetap saja seperti sekarang ini tidak berada dalam kepengurusan partai mana pun. ” Saya yakin kalau kinerja Jokowi bagus maka partai politik pun akan mendukung kembali Jokowi sebagai calon presiden di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019,” kata Maswadi.

(johara/sir)