Wednesday, 13 December 2017

Minta Putus Kepada PIL Malah Dijawab Martil

Rabu, 29 November 2017 — 7:15 WIB
martil

KASIHAN betul nasib Ny. Ida, 38, dari Medan Labuhan (Sumut) ini. Berkali-kali minta putus hubungan dengan PIL, eh….jawabannya malah pakai getokan martil. Keruan saja Ida dan anak lelakinya yang baru usi 10 tahun luka parah. Sedangkan Marihot, 38, setelah melampiaskan dendamnya kabur dan masuk DPO.

Sebagai nelayan, cinta Marihot pada Ida memang sedalam lautan. Padahal tidak semustinya dia mencintai dan mencicipi tubuh mulus Ida, karena wanita itu sesungguhnya masih punya suami. Tapi karena cinta itu siap mengorbankan apa saja, etika dan moral pun ditabrak oleh Marihot yang cintanya demikian hot.

Kenapa Ida menanggapi aspirasi urusan bawah Marihot? Soalnya suami sendiri sudah tidak lagi menjalankan kewajibannya sebagai suami, baik secara materil maupun onderdil. Nah, di kala kesepian itu dia berkenalan dengan Marihot. Akhirnya mereka pun jadian. Bila situasinya mengizinkan, Marihot suka menginap di rumah Ida dengan segaka akktifitasnya. Dia seberani itu, karena suaminya jarang di rumah setelah pisah ranjang.

Ternyata hubungan buruk Ida dengan suaminya kembali membaik, setelah ada dialog utara selatan lewat HP. Suami yang mulai membaik ekonominya, bermaksud kembali sebagai kepala rumahtangga yang baik, bergabung dalam keluarga bahagia di Lorong 3, Komplek TKBM, Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan. Itu artinya, bubungan dengan Maeihot harus dihentikan.

Ida sudah memberitahukan hal ini, tapi ternyata dia tak mau putus dengan Ida. Enak saja minta putus, emangnya ban mobil jip, hanya dijadikan ban serep? Makanya setiap Ida mengajak putus, dia selalu menolak. Tapi soal “jatah” harus dilayani.

Beberapa hari lalu begitu juga. Ida kembali minta ketegasan, tapi Marihot menolak. Tapi giliran soal jatah, harus dipenuhi. Tentu saja Ida menolak. Hal ini membuat Marihot jengkel. Ida dan anak lelakinya digetok martil hingga benjol sebesar bakpao. Kini Marihot diburu polisi.

Kalau bukan Ketua DPR, benjolnya sebesar bakpia saja, ya? (JPNN/Gunarso TS)