Thursday, 27 June 2019

Sejarawan Prancis Kagumi Batik dan Kain Tenun Indonesia

Rabu, 29 November 2017 — 21:39 WIB
Francois Durpaire bersama Mansyur Dubes RI di Senegal

Francois Durpaire bersama Mansyur Dubes RI di Senegal

SENEGAL- Indonesia patut berbangga memiliki desainer-desainer muda yang handal di bidangnya sehingga tercipta rancangan busana yang memiliki daya pikat dan keunikan di mata orang yang menyaksikannya.

Demikian diutarakan oleh Francois Durpaire, sejarawan dan guru asal Perancis, ketika berkunjung secara khusus ke Wisma Duta di Dakar Senegal, untuk bertemu empat desainer Indonesia, Nita Seno Adji, Rudi Chandra, Malik Moestaram dan Defrico Audy yang sedang melakukan pameran.

Francois Durpaire mengaku sangat menikmati waktunya ketika mengamati keindahan koleksi Batik dan Tenun yang disuguhkan oleh desainer. Ia pun mengajak Justine Camara, Miss France Juara Keempat, untuk juga berkunjung ke Wisma.

“Batik kini makin mendunia dan memiliki nama. Kedatangan Francois Durpaire ke Wisma dapat kita manfaatkan sebagai modal bagi kita untuk semakin mempopulerkan Batik dan Tenun di dunia internasional”, ujar Mansyur Dubes RI di Senegal.

“Sebagai bagian dari Bangsa Indonesia kami turut bangga melihat karya seni anak bangsa mendapat tempat tersendiri di hati para pengamat fesyen dunia”, ujar Dubes.

Menurut Dubes, KBRI tidak akan berhenti di sini, Batik dan Tenun akan terus dipopulerkan ke negara-negara Afrika Barat lainnya yang terakreditasi untuk KBRI Dakar.

Francois Durpaire merupakan konsultan media untuk kantor-kantor berita terkenal seperti BFM TV, France 24, dan TV5 Monde. Dia adalah penulis berbagai forum di media, terutama untuk Le Monde dan Libération. Francois Durpaire juga menjadi kolumnis untuk Transversales di RFO dan penulis dokumenter untuk BBC Worldwide. (b)