Monday, 23 July 2018

Ahmad Dhani Penuhi Panggilan Polres Jaksel

Kamis, 30 November 2017 — 14:41 WIB
Ahmad Dhani (plontos) datang bersama kuasa hukumnya ke Polres Metro Jakarta Selatan. (yendhi)

Ahmad Dhani (plontos) datang bersama kuasa hukumnya ke Polres Metro Jakarta Selatan. (yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Musisi kondang Ahmad Dhani memenuhi panggilan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk dimintai keterangan sebagai tersangka atas kasus dugaan ujaran kebencian melalui media sosial, Kamis, (30/11/2017).

Pentolan grup band Dewa 19 tersebut datang pada pukul 13.40 WIB dengan menggunakan mobil Toyota Fortuner B 1181 SJT dan didampingi tim kuasa hukum dari Advokad Cinta Tanah Air (ACTA).

Pria berkepala plontos tersebut terlihat mengenakan jaket dan celana serba hitam. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut pelantun Selir Hati tersebut hanya sesekali tersenyum menyapa awak media.

Ali Lubis, kuasa hukum Ahmad Dhani menjelaskan, kedatangan mereka untuk memenuhi panggilan penyidik sebagai warga negara yang taat hukum.

“Ada tiga hal yang ingin kami sampaikan kepada penyidik, diantaranya bahwa kasus Ahmad Dhani ini tidak layak dilanjutkan,” kata Ali di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis, (30/11/2017).

Tiga hal yang akan disampaikan yakni masalah legal standing pelapor, pasal yang disangkakan, dan twetter Ahmad Dhani yang dianggap tidak mengandung unsur provokasi.

“Kami yakin bapak penyidik akan bekerja dengan profesional,” tandasnya.

Kasus Dhani bermula dari laporan yang diajukan oleh Jack Boyd Lapian. Boyd yang mengklaim sebagai pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini melaporkan unggahan Dhani di akun twitter @AHMADDHANIPRAST yang menyebutkan, ‘Siapa saja yang dukung penista agama adalah ***** yang perlu diludahi mukanya -ADP’.

Dalam kasus ini, Ahmad Dhani diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
(yendhi/sir)