Monday, 11 December 2017

APBD 2018 disahkan

Anies dan Sandi Dapat Dana Operasional Rp57,9 Miliar

Kamis, 30 November 2017 — 16:18 WIB
Gubernur DKI, Anies Baswedan bersama Wagub DKI, Sandi Uno saat di Balaikota. (ikbal)

Gubernur DKI, Anies Baswedan bersama Wagub DKI, Sandi Uno saat di Balaikota. (ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Saefullah (DPRD) DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018 DKI Jakarta pada Kamis (30/11/2017).

APBD 2018 disahkan pada nilai Rp 77.117.365.231.898. Nilai APBD ini meningkat dari APBDP 2017 senilai Rp71 triliun.

Dijelaskan, dalam APBD 2018 itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mematok Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp44,56 triliun. Jumlah PAD tersebut naik dari PAD dalam APBD Perubahan 2018 sebesar Rp41,68 triliun.

Dengan kenaikan PAD tersebut, dipastikan dana operasional Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta juga meningkat.

Diketahui dana operasional Gubernur selama satu tahun dihitung 60 persen dari 0,13 persen PAD DKI Jakarta. Sedangkan dana operasional Wakil Gubernur 40 persen dari 0,13 persen PAD.

Ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 109/2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Pada tahun 2017, Anies menerima dana operasional sekitar Rp2,7 miliar perbulan dan Sandi mendapatkan dana operasional Rp1,8 miliar perbulan.

Pada 2018, dana operasional Anies dan Sandi dipastikan akan meningkat. Dalam satu tahun dana operasional Anies dan Sandi mencapai Rp57,928 miliar pertahun. Dalam sebulan Anies akan mendapatkan Rp2,986 miliar sedangkan Sandi mengantongi Rp1,93 miliar.

Diketahui PAD 2018 diperoleh dari Pajak Daerah sebesar Rp38,12 triliun, retribusi daerah Rp689.90 miliar, hasil pengelolaan lekayaan daerah uang dipisahkan Rp532,93 miliar serta lain-lain PAD yang sah Rp5,21 triliun. (ikbal)