Sunday, 17 December 2017

Semoga Palu Hakim Kusno Tak Mengecewakan Rakyat

Kamis, 30 November 2017 — 7:10 WIB
sidang

HARI ini gugatan praperadilan Setya Novanto, Ketua DPR gelombang ke-2, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Vonis praperadilan gelombang ke-1 sangat mengecewakan publik. Semoga saja di tangan Hakim Kusno, ketukan palunya nanti akan berpihak pada rakyat yang tak pernah kompromi pada korupsi.

Kecuali radio, yang punya gelombang satu dan dua itu biasanya penerimaan pegawai. Tapi ternyata, DPR kita di bawah ketua Setya Novanto juga punya gelombang ke-1 dan ke-2. Gelombang ke-1 adalah pra kasus “papa minta saham”. Gelombang ke-2 pasca kasus “papa minta saham” itu, setelah dia dimenangkan MK dalam uji materi soal rekaman tidak resmi.

Nah, soal praperadilan ternyata Setya Novanto juga punya gelombang ke-1 dan ke-2. Gelombang ke-1 dia dimenangkan oleh hakim Yang Mulia Cepi Iskandar. Gelombang ke-2 yang disidangkan di PN Jaksel hari ini. Soalnya KPK mempertersangkan Setya Novanto lagi, meski pengacaranya sudah mengancam.

Hasil praperadilan gelombang ke-1 sangat mengecewakan publik, khususnya rakyat yang anti korupsi. Kata hakim Chepi Iskandar, barang bukti untuk terdakwa lain tak bisa digunakan untuk tersangka yang lain, meski satu perkara. Walhasil status tersangka Setya Novanto digugurkan. Ketua DPR-Ketum Golkar yang kala itu dirawat di RS, langsung sehat dan rosa-rosa lagi macam Mbah Marijan.

Sebelum menjadi tahanan KPK, Setya Novanto sempat mengajukan gugatan praperadilan gelombang ke-2 itu. Hari ini gugatannya mulai disidangkan, dengan hakim tunggal Kusno. Melihat jejak-jejaknya di dunia peradilan, dia selama ini selalu menolak gugatan praperadilan para tersangka.

Saat palu hakim nanti diketokkan, rakyat berharap palu hakim Kusno berpihak pada rakyat yang anti korupsi. Rakyat sudah capek miskin, karena harta negara yang mustinya untuk mensejahterakan rakyat justru dimakan koruptor, termasuk dalam kasus e-KTP. Semoga hakim Kusno beda dengan Cepi Iskandar. -gunarso ts