Wednesday, 13 December 2017

23 Kelurahan di Jakarta Timur Rawan Banjir

Jumat, 1 Desember 2017 — 19:36 WIB
Pemukiman warga di Kampung Bayur,  RW 04 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (26/2/2017), kembali terendam banjir. (rihadin)

Pemukiman warga di Kampung Bayur, RW 04 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (26/2/2017), kembali terendam banjir. (rihadin)

JAKARTA (Pos Kota) – Musim penghujan yang saat ini terus mengguyur Jakarta, membuat beberapa warga bersiap menghadapinya. Seperti di wilayah Jakarta Timur, sudah mulai melakukan persiapan lantaran ada 23 kelurahan yang biasanya terjadi genangan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi DKI Jakarta, Endang Achadiat mengatakan, wilayah Jakarta Timur di Jakarta terdapat di 23 kelurahan rawan banjir. “Namun dari semua wilayah itu, dua wilayah seperti Cipinang Melayu dan Cililitan yang terbilang tinggi. Beruntungnya, banjir saat ini tidak terlalu lama, dalam waktu hitungan jam banjir bisa teratasi,” ujarnya.

Dikatakan Achadiat, untuk mengatasi bencana tersebut, pihaknya intens melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait. Hal itu untuk memudahkan mendorong bantuan baik peralatan maupun logistik seperti bahan pangan. “Untuk penanganan itu sendiri, BPBD DKI Jakarta siap meminjamkan perahu karet jika diperlukan,” paparnya.

Wakil Walikota Jakarta Timur, Muhammad Anwar mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat kordinasi evaluasi penanganan bencana banjir di wilayahnya. “Rakor evaluasi penanganan bencana banjir ini dihadiri para Camat, Lurah, Para Kasudin, dan Kepala SKPD/UKPD, untuk mengatasi masalah tersebut,” ujarnya.

Dengan rakor tersebut, bertujuan untuk mensinergikan seluruh unit dalam rangka mengantisipasi musim penghujan. Selain itu, upaya yang telah dilakukan dengan membuat posko penanggulangan bencana ditingkat Kota, Kecamatan dan Kelurahan. “Kepada para Camat dan Lurah yang merupakan sebagai lini terdepan, sudah kami minta untuk bergerak cepat dalam penanganannya,” ungkap Anwar.

Anwar menjelaskan, hampir semua kecamatan di Jakarta Timur ada lokasi rawan banjir. “Titik rawan banjir di setiap kecamatan bervariasi ada yang hanya genangan dan ada yang sering terjadi banjir besar,” tambahnya.

Salah satu contoh, kata Anwar, genangan yang sering ada seperti di wilayah Kelurahan Cawang flyover UKI, harus bisa segera diatasi. Sehingha di daerah tersebut harus disiapkan pompa. “Kemarin ada laporan pompa tersebut mati, saya minta segera diperbaiki. Kita masih ada pompa lagi di posko, saya sudah minta agar ditempatkan ditempat terdekat supaya bisa antisipasi cepat jangan sampai terjadi kemacetan,” tukas Anwar. (Ifand)