Saturday, 20 October 2018

Jalani Pemeriksaan, Ahmad Dhani Nginep di Polres Jakarta Selatan

Jumat, 1 Desember 2017 — 12:49 WIB
Ahmad Dhani

Ahmad Dhani

JAKARTA (Pos Kota) – Pemeriksaan terhadap musisi Ahmad Dhani dihentikan sementara karena kelelahan setelah melebihi dari 12 jam pemeriksaan di Polres Jakarta Selatan Jalan Wijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pemeriksaan dilanjutkan jari ini, Jumat (1/12/2017).

Pengacara Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko, mengatakan, hingga Jumat (1/12/2017) sekitar pukul 02.30 WIB, kliennya masih diperiksa oleh penyidik. Namun mengingat kondisi fisik Ahmad Dhani dan penyidik yang sudah kelelahan, pemeriksaan diputuskan dihentikan sementara.

“Pemeriksaan itu ada jangka waktu 1×24 jam, tapi karena semua letih maka dibreak hulu, dilanjutkan esok (hari ini),” ujar Hendarsam kepada wartawan. Jumat (1/12/2017).

Hendarsam menyebutkan walaupun pemeriksaan sudah dihentikan sementara, namun Ahmad Dhani memilih tidak pulang atau tetap bertahan di Polres Jaksel. “Untuk efektivitas, supaya kita tak bolak-balik segala macam, Mas Dhani ambil inisiatif untuk tetap di sini (menantikan pemeriksaan lanjutan),” tuturnya.

Selain itu, Ahmad Dhani dikunjungi Mulan Jameela, ustri, dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, serta Ketua Dewan Pembina ACTA Habiburokhman di Mapolres Jakarta Selatan. Menurut kuasa hukum Dhani pihaknya belum mendapat informasi soal ditahan atau tidaknya Ahmad Dhani sebagai tersangka kasus ujaran kebencian melalui Twitter itu.

“Mas Dhani di sini ditemani istrinya, Mulan Jameela, menantikan hingga waktu lanjutan pemeriksaan,” katanya.

Adapun materi pemeriksaan, kata dia, tidak jauh berbeda dengan apa yang sudah disampaikan kliennya saat diperiksa polisi terdahulu saat Ahmad Dhani masih berstatus sebagai saksi. Hanya saja ada sejumlah tambahan keterangan yang sifatnya tak substansial.

Ia juga mengatakan tak ada penggeledahan di rumah dan mobil Mulan. Pasalnya, penggeledahan harus disertai surat berita acara dan hingga kini pihaknya belum menerima surat itu dari kepolisian.

Mengenai persoalan handphone, ia menyebutkan HP yang dipakai Ahmad Dhani untuk men-tweet di Twitter, telah hilang saat berada di mobil Alphard miliknya. Sedangkan HP yang saat ini dimiliki Ahmad Dhani bukan HP yang dimaksud penyidik.

HP dimiliki Ahmad Dhani dibeli pada Mei 2017 atau setelah dia men-tweet cuitan yang menjadi akar masalah saat ini. Adapun cuitan Ahmad Dhani yang dianggap mengandung ujaran kebencian itu di-tweet sekitar Maret 2017.

“Maka itu, persoalan handphone dan SIM card itu sudah clear, sudah dijelaskan pula oleh mas Dhani. Dan SIM Card yang secara kontekstual dibutuhkan itu sudah diserahkan ke penyidik, sudah ada tanda serah terimanya juga,” tandasnya. (adji)