Sunday, 15 September 2019

Prediksi Jasa Marga Salah, Jalan Tol Macet Saat Libur Maulid Nabi

Jumat, 1 Desember 2017 — 11:03 WIB
Kemacetan di jalan tol pada hari lubur Maulid Nabi, Jumat (1/12/2017).

Kemacetan di jalan tol pada hari lubur Maulid Nabi, Jumat (1/12/2017).

BEKASI (Pos Kota)- Prediksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk, pada libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW 1-3 Desember 2017 berkisar 31,14 persen meleset. Akibatnya antisipasi kemacetan tidak dapat dilaksanakan.

“Macetnya bisa dua hari dua malam,” ujar Khoirul Anam (45), warga Cilincing, Jakarta Utara, yang terjebak macet di titik pertemuan 3 C (Cawang-Cikunir-Cakung), Jumat (01/12/2017).

Dalam rilis yang diterima Poskotanews, pada 30 November, Jasa Marga memprediksi naik. Dan puncak arus mudik melalui GT Cikarang Utama arah Jakarta terjadi pada H-1 yakni Kamis 30 November 2017, kata AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru.

Namun kepadatan hingga Jumat masih terjadi, malah imbasnya di tiga jaln tol yang ada, yakni Lingkar Luar JORR Cikunir, Lingkar Luar Utara Cilincing dan Tol Dalam Kota. Pos Kota memantau sepanjang Kamis malam hingga Jumat siang, kemacetan masih terjadi di tiga jalan tol yang terintegrasi dengan Jalan Tol Jakarta Cikampek.

Di Jalan Tol JORR, kemacetan sepanjang 10 KM buntutnya hingga Taman Mini, di Tol Lingfkar Utara, mencapai 6 Km, ekor kendaraan yang akan masuk Jakarta-Cikampek ada di Rorotan dan di Jalan Tol Dalam Kota, ekornya sampai ke jembatan layang Kuningan

Kemacetan itu akibat adanya penyempitan jalan dan pembatas beton pada tengah jalan imbas pembangunan proyek Jakarta-Cikampek elevated. Selain di dalam tol, kendaraan pun mengular di sejumlah ruas jalan yang ke arah timur.

Di Jalan KH Noer Ali, kendaraand mulai dari Pondok Jati, hingga Sumber Artha, dari Pulogadung hingga jalan Layang Kranji, dari Pondokgede, mulai dari Kranggan. Sedangkan di wilayah Kabupaten Bekasi, kemacetan pun terjadi di ruas jalan Diponegoro, Kalimalang dan di dua jalan itu semakin parah karena ada proyek penggantian jembatan di Kp Rawapalangan, Cikarang Barat.

Pihak Jasa Marga, menurut Heru, sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kemacetan sangat panjang akibat antrean di GT Cikarang Utama. Antisipasi itu antara lain singkronisasi pelaksanaan tahapan pekerjaan sejumlah proyek di ruas ini.

“Bisa juga pengaturan distribusi atau pengurangan beban lalu lintas pada kondisi jam puncak dengan pengalihan rute perjalanan di tol dan atau ke jalan arteri alternatif,” katanya.

Selain itu, peningkatan kapasitas lajur dengan rekayasa lalu lintas ‘contraflow’ atas diskresi pihak kepolisian.

“Kapasitas GT Cikarang Utama dengan menggunakan gardu bolak balik dan gardu bergerak di GT Cikarang Utama pada jam-jam padat menjadi 20 gardu masuk dan 31 gardu keluar,” katanya.

Pengaturan dengan buka tutup di tempat istirahat saat terjadi kepadatan dan pengoperasian kantung parking (parking bay) di Km 18 A, Km 41 A, Km 59 A, Km 58 B dan Km 34 B. (saban/yp)