Sunday, 17 December 2017

Bahas RAPBD Mau Lancar Harus ‘Pengertian’ ke DPRD

Sabtu, 2 Desember 2017 — 7:43 WIB
imcar

MESKI banyak anggota dewan yang ditangkap karena terima sogok dalam pembahasan RAPBD, hal itu tak membuat calon koruptor lainnya kapok. Masih diulangi dan diulangi lagi. Beberapa hari lalu sejumlah anggota DPRD Tingkat I Jambi terkena OTT, karena “uang pengertian” dalam pengesehan APBD. Sejumlah Kadis ditangkap pula.

Mengutip pendapat orang Australia, pengamat politik J. Kristadi bilang bahwa politisi itu bajingan yang dipaksa jujur. Benar juga pendapat itu. Sebab faktanya menunjukkan, meski KPK terus gencar melakukan OTT di mana-mana, para praktisi korupsi terus saja terjadi, termasuk kalangan politisi itu sendiri. Masalahnya ya itu tadi, berbuat jujur itu susah bagi kalangan tupai-an.

Yang terakhir terjadi di Provinsi Jambi, beberapa hari lalu. Sejumlah anggota DPRD, termasuk juga Kepala Dinas dan pengusaha, ditangkap KPK dan digelandang ke Jakarta. Mereka bermain dalam pengesahan APBD. Artinya, APBD itu baru bisa disahkan manakala ada “uang ketok” dari Pemprov. Eksekutif pun membebankan ke calon kontraktor yang bakal menggarap sejumlah proyek Pemprov.

Ada barang bukti Rp4,7 miliar dari OTT tersebut, yang merupakan “uang ketok” APBD. Paling menyebalkan, ketika mereka yang jadi tersangka itu dibawa ke gedung KPK Jakarta, masih ada juga yang sempat-sempatnya tersenyum dengan rompi oranye. Apakah karena menganggap bahwa senyum itu ibadah?

Kelakuan oknum DPRD Jambi itu tidak sendirian. Di mana-mana DPRD banyak yang terjebak kasus pembahasan RABPD. Program Pemda bakal mulus-mulus saja asalkan punya “pengertian” kepada DPRD. Jika tak ketahuan, memang aman-aman saja. Tapi yang terbongkar, sering terjadi anggota DPRD satu RT jadi urusan Kejaksaan/KPK.

Seperti kata pengamat J. Kristadi di atas, politisi itu bajingan yang dipaksa jujur. Bajing selaku kata benda, hanya doyan buah kelapa dan sejenisnya. Tapi ketika sudah menjadi kata sifat, bajingan memang doyan apa saja. Kelapa juga doyan asal bertruk-truk. Apa lagi duit, oo….itu ngiyip (doyan) sekali. Apa saja diusahain asalkan mendatangkan fulus. – gunarso ts