Sunday, 17 December 2017

Kementerian Perindustrian Uji Coba Mobil Listrik Mitsubishi Akhir Desember

Sabtu, 2 Desember 2017 — 0:20 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Ketua III GAIKINDO Rizwan Alamsjah saat test drive mobil listrik

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Ketua III GAIKINDO Rizwan Alamsjah saat test drive mobil listrik

JAKARTA (Pos Kota)- Kementerian Perindustrian bakal melakukan uji coba terhadap dua model dari 10 mobil listrik milik Mitsubishi akhir Desember 2017.

Uji coba untuk mendukung riset lebih jauh mengenai regulasi yang akan diterbitkan terkait kendaraan “hijau” di Indonesia.

“Kami berharap regulasi dan fasilitasnya keluar awal tahun depan. Sehingga insentif untuk mobil listrik ini akan dipacu,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai meresmikan pabrik PT Sokonindo Automobile di Serang, Banten.

Sebelumnya, ketika bertemu dengan CEO Mitsubishi Motors Corporation Osamu Masuko di Tokyo, Oktober2017, Menperin menyampaikan bahwa salah satu produsen otomotif terbesar di Jepang tersebut akan memberikan bantuan berupa 10 unit prototype kendaraan listrik untuk penelitian di Indonesia.

Airlangga mengungkapkan, pemerintah sedang mengkaji strategi pengembangan kendaraan listrik yang akan iproduksi oleh industry otomotif di Tanah Air.

Rencananya juga berupaya menurunkan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan yang ramah lingkungan, termasuk mobil hybrid, listrik, atau semacamnya.

Jenis alat trasnportasi ini akan masuk dalam program pemerintah guna mendorong produksi kendaraan beremisi karbon rendah ataulow carbon emission vehicle (LCEV).

“Pengembangan teknologi hybrid atau electric vehicle pada kendaraan, diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus juga mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM),” tuturnya.

Menperin menjelaskan, diversifikasi BBM kearah bahan bakar gas, bahan bakar nabati, atau tenaga listrik sebagai jawaban atas kebutuhan energy alternative saat ini di sektor transportasi yang juga mampu menghasilkan manfaat ekonomi secara inklusif.

Airlangga menambahkan, pemerintah menargetkan tahun 2025 sekitar 25 persen atau 400 ribu unit kendaraan LCEV sudah masuk asar Indonesia.

Sejumlah produsen telah menyiapkan produknya untuk dipasarkan. Contohnya, PT Nissan Motor Indonesia yang telah menghadirkan mobil listrik Note e-Power yang pernah diuji oleh Menperin, beberapa waktu lalu.

Selain itu, PT Sokonindo Automobile mengaku siap untuk mengembangkan mobil listrik di Indonesia. Perusahaan patungan antara Sokon Group Co.Ltd. asal Hong Kong dan PT Kaisar otorindo industri ini menargetkan dalam tiga tahun kedepan akan memproduksi mobil listrik di dalam negeri.

“Kami memiliki Pusat RnD di Ann Harbour Michigandan kami juga punya pusat riset untuk mobil listrik danautonomous driving,” kata CO-CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus.

Alexpun memastikan, pihaknya telah mempunyai pengalaman memproduksi mobillistrik. Dalam hal ini, Sokon Indo siap memasuki teknologi mobil listrik dan akan bergerak dari Indonesia menuju global.

“Kami sudah memproduksi mobil listrik di China, dan soal kesiapan di sini kami lihat bagaimana nanti regulasi mobil listrik yang dibuat oleh pemerintah,” paparnya.

Model lain yang tercakup dalam LCEV adalah mobil hibrida. Untuk model ini, produsen yang melakukan pengembangan adalah PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Suzuki Indomobil Sales, dan BMW Indonesia.

Beberapa model bahkan mulai dipasarkan, seperti BMW i8, Toyota Camry hibrida, dan Alphard hibrida, serta Suzuki Ertiga hibrida.(Tri)