Tuesday, 20 November 2018

Di Lahan Fasos dan Fasum

Warga Depok Protes Tempat Pembuangan Limbah Medis

Minggu, 3 Desember 2017 — 16:15 WIB
Warga RW 05 sektor Melati perumahan GDC, Jatimulya, Cilodong gelar aksi protes dan keberatan lahan fasos dan fasum dibangun tempat pembuangan limbah medis dan puskesmas. (anton)

Warga RW 05 sektor Melati perumahan GDC, Jatimulya, Cilodong gelar aksi protes dan keberatan lahan fasos dan fasum dibangun tempat pembuangan limbah medis dan puskesmas. (anton)

DEPOK (Pos Kota) – Puluhan warga sektor Melati, perumahan Grand Depok City (GDC), Kelurahan Jatimulya protes dan kecewa dengan sikap pemerintah kota (Pemkot) Depok yang dinilai seenaknya mengambil lahan fasilitas sosial (Fasos) dan fasilitas umum (Fasum) untuk pembangunan gudang medis, pembuangan limbah medis serta Puskesmas.

Mereka menilai Walikota dan Wakil Walikota Depok arogan serta mau menang sendiri.

“Kami jelas keberatan dan protes rencana pembangunan puskesmas, gudang medis dan tempat pembuangan limbah medis di lahan seluas 2000 meter yang sejak awal merupakan Fasos dan Fasum warga di linngkungan RW 05 serta sektor Melati,” kata Lukman B, perwakilan warga yang mengelar aksi protes memasang spanduk serta menyetop kegiatan pembangunan di lahan tersebut, Minggu (3/12/2017).

Yang jelas pembangunan itu sudah berulang kali diingatkan warga dan meminta Pemkot setempat menjelaskan duduk permasalahan berkaitan pembangunan Puskesmas, gudang medis dan tempat pembuangan limbah medis namun tidak pernah mendapatkan jawaban. Malah belakangan kegiatan pembangunan yang diperkirakan menelan dana Rp 1,4 miliar terus dilakukan pekerja di lahan Fasos dan fasum tersebut.

Menurut dia, warga sektor Melati perumahan GDC tengah mempersiapkan gugatan atau langkah hukum yang dilakukan Pemkot Depok berkaitan proyek tersebut secepatnya agar masalah ini tidak berlarut-larut. “Malah terkesan Walikota Muhammad Idris maupun Wakil Walikota Pradi Supriatna arogan karena tidak pernah transparan dan sewenang-wenang dalam pembangunan itu,” tuturnya kecewa.

TANPA SOSIALISASI

Hal serupa juyga dikatakan Sari, Ketua RT 04 RW 05, yang menilai kesabaran warga di RW 05 khususnya sektor Melati perumahan GDC sudah habis melihat sikap Walikota maupun Wakil Walikota yang tutup mata dan telingan berkaitan masalah tersebut warga terpaksa memasang spanduk dan poster di lahan tersebut untuk aksi protes.

“Sosialisasi sama sekali tidak ada dan lahan seluas 2000 meter sejak awal memang untuk Fasos dan Fasum bahkan awal Nopember 2017 lalu dijanjikan dibangun Taman Layak Anak di lahan tersebut,” imbuhnya yang menambahkan ternyata sekarang malah sudah berdiri bangunan gudang medis dan rencananya ditambah tempat pembuangan limbah medis dan Puskesmas.

Menanggapi keluhan dan protes warga, baik Walikota Muhammad Idirs maupun Wakil Walikota Pradi Supriatna saat dikonfirmasi melalui telepon tidak memberikan jawaban maupun tanggapan sama sekali.

(anton/sir)