Sunday, 17 December 2017

Di LHKPN KPK, Kekayaan Calon Panglima TNI Rp5 Miliar

Senin, 4 Desember 2017 — 16:22 WIB
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto

JAKARTA (Pos Kota) – Marsekal TNI Hadi Tjahjanto adalah calon tunggal Panglima TNI yang diusulkan oleh Presiden Joko Widodo menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang akan segera pensiun Maret 2018 mendatang.

Hadi saat ini masih menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU). Kariernya memang terbilang moncer, bahkan pernah menjabat Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertahanan pada 2016-2017, dan Sekretaris Militer Presiden pada 2015-2016.

Kendati begitu, jenderal bintang empat itu tercatat hanya sekali menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara ‎Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Diketahui, dari laman acch.kpk.go.id yang diakses Poskotanews.com, Hadi satu kali melaporkan harta kekayaannya pada 24 Juni 2016, selaku Sekretaris Militer Presiden. Dalam laporan itu dipaparkan total harta kekayaannya sebesar Rp5.001.683.500 (sekitar Rp5 miliar) dan 60 ribu dolar AS.

Rinciannya, terdiri dari harta tidak bergerak berupa dua bidang tanah dan bangunan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dan sebidang tanah dan bangunan di wilayah Jakarta Selatan, total nilainya Rp594.108.500.

Kemudian harta bergerak berupa kendaraan Toyota Kijang tahun pembuatan 2004, Toyota Kijang Innova 2015, Honda CR-V 2009, dan motor Honda 2002, bernilai total Rp515.700.000.

Mantan Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jatim, itu juga memiliki logam mulia dengan nilai jual Rp391.875.000. Selain itu juga ada giro dan setara kas lainnya bernilai Rp3,5 miliar dan 60 ribu dolar AS.

Adapun beberapa jabatan lainnya yang pernah diduduki oleh lulusan Akademik Angkatan Udara (AAU) tahun 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU 1987 itu antara lain: Perwira Penerbang Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh (1986-1993), Kepala Seksi Latihan Skadron 4 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh (1993), Komandan Flight Ops “A” Flightlat Skuadron Udara 32 Wing 2 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh (1996).

Pernah juga jadi Komandan Flight Skadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara (Lanud) Adi Soemarno (1997), Kepala Seksi Bingadiksis Dispers Lanud Adi Soemarno (1998), Komandan Batalyon III Menchandra Akademi TNI (1998), Instruktur Penerbangan Lanud Adi Sucipto (1999), Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi Lanud Adi Sucipto (2000), Komandan Satuan Udara Pertanian Komando Operasi Angkatan Udara I (2001).

Hadi juga pernah menjadi Kepala Departemen Operasi Sekolah Komando Kesatuan (Sekkau) (2004), Kepala Dinas Personel Lanud Abdulrachman Saleh (2006), Kepala Sub Dinas Administrasi Prajurit Dinas Administrasi Persatuan Angkatan Udara (2007), Komandan Pangkalan Udara Adisumarmo (2010-2011), Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional (2011-2013), dan Kepala Dinas Penerangan TNI AU (2013-2015). (julian/win)