Wednesday, 13 December 2017

Gas Elpiji 3 Kg Langka, Pasokan ke Pangkalan Juga Susah

Senin, 4 Desember 2017 — 18:26 WIB
Pangkalan gas elpiji di beji, Depok. (mo3)

Pangkalan gas elpiji di beji, Depok. (mo3)

DEPOK (Poskota) – Gas elpiji bersubsidi 3 Kg langka di pasaran. Berhari-hari gas yang juga sering disebut sebagai gas melon ini suloit dijumpai di warung-warung permukiman warga di Depok.

Titin, ibu rumah tagnga di Beji, mengaku harus mencari ke sejumlah toko untuk bisa mendapat gas elpiji 3 Kg. “Semoga kelangkaan cepat teratasi, repot kalau begini terus.” ujarnya, Senin (4/12/2017).

Hal serupa disampaikan Tuti, pemilik warung kelontong. “Susah sekarang mah. Biasanya setiap hari saya dapat kiriman tapi sekarang ini cuma dapat dua kali kiriman dalam seminggu,” katanya

Menurutnya, harga gas elpiji 3 Kg juga tak menentu. Tapi ia tetap menjual dengan harga Rp20.000 seperti yang biasa dibeli masyarakat. Ia mengaku tak ingin ambil keuntungan saat orang susah. Padahal banyak penjual mematoki harga Rp22.000 atau Rp23.000 per tabung.

“Harga di agen Rp17.000, sedangkan kalau saya ecer, saya tetap jual Rp 20.000,” lanjutnya. “Saya nggak mau aji mumpung. Kasihan orang yang nggak mampu beli. Bisa-bisa nggak masak.”

Kelangkaan gas subsidi diakui Yono, pemilik pangkalan gas elpiji di Jalan Ridwan Rais, Beji Timur. Ia mengatakan pasokan mulai susah sejak November. Hal ini membuat banyak pelangganj yang datang terpaksa gigit jari.

“Memang sekarang pasokan gas elpiji 3 Kg sudah agak seret, dari agen sudah sepi, tidak seperti biasanya kalau normal gas itu di kirim 30 sampai 40 tabung sehari. Sekarang cuma 10 tabung perhari, paling mentok 15,” ungkapnya. (mo3/yp)