Sunday, 17 December 2017

Jahat Amat, Pangeran George Didoakan agar Menjadi Gay

Senin, 4 Desember 2017 — 7:22 WIB
Pangeran George merupakan urutan ketiga pewaris tahta kerajaan Inggris.

Pangeran George merupakan urutan ketiga pewaris tahta kerajaan Inggris.

INGGRIS- Seorang pendeta Anglikan senior dikritik karena mengatakan orang harus mendoakan Pangeran George menjadi gay untuk membantu Gereja Inggris untuk mengakui pernikahan sesama jenis.

Pendeta Kelvin Holdsworth menulis sebuah blog yang meminta orang untuk berdoa untuk Pangeran George “agar suatu hari agar diberkati dengan cinta dari seorang pria yang baik”.

Komentarnya disebut sebagai “tidak pantas” dan destruktif”.

Holdsworth merupakan pimpinan di Katedral St Mary di Glasgow.

Dia berasal dari Gereja Episkopal Skotlandia, yang memilih untuk mengizinkan pasangan gay untuk menikah pada awal tahun ini.

Pernikahan sesama jenis dalam gereja Anglikan dilarang di Inggris dan Wales.

Dalam unggahan di blognya, Holdsworth mengatakan bahwa jika putra Pangeran William yang berusia empat tahun itu menikah dengan seorang pria di masa mendatang akan membantu Gereja Inggris menjadi lebih inklusif.

“Pernikahan kerajaan akan menyelesaikan masalah dengan sangat mudah walaupun kita mungkin harus menunggu 25 tahun lagi agar hal itu terjadi,” tulisnya.

“Siapa tahu apakah itu akan lebih cepat dari yang diperkirakan mungkin terjadi dengan cara lain?”

Dia mengatakan kepada BBC, pertama dia menulis blog lebih dari setahun yang lalu tetapi dia mendapatkan perhatian setelah pertunangan Pangeran Harry dan Meghan Markle.

“Kutipan ini tampaknya mendapatkan banyak perhatian karena diambil oleh sejumlah juru kampanye anti-gay di Geraja Inggris,” kata dia.

“Sangat memalukan bahwa berita gembira tentang pernikahan kerajaan telah dibajak dengan cara seperti ini.”

Gavin Ashenden, mantan pendeta bagi Ratu dan seorang uskup misionaris Gereja Kristen Episkopal, mengatakan bahwa komentar itu tidak menunjukkan seorang Kristen.

“Untuk menggunakan doa sebagai sebuah mekanisme untuk mengharapkan ini terhadap Pangeran George merupakan sesuatu yang tidak pantas dan destruktif untuk dilakukan,” kata dia pada BBC.

“Itu tidak mengandung kepentingan terbaik bagi pangeran, tetapi menggunakan dia sebagai bola politik-gender untuk menyenangkan 1,7% dari populasi.

“Yang sangat aneh dan tidak masuk akal adalah fakta bahwa tiba-tiba saja OK untuk mendoakan seseorang untuk menjadi gay, tetapi sama sekali tidak dapat diterima untuk berdoa bagi mereka agar tak lagi menjadi gay dan untuk untuk memulai kembali sebuah seksualitas yang selaras dengan biologis mereka.

“Itu tampak tidak hanya kontradiktif tetapi munafik.”

Susie Leafe, direktur kelompok evangelis konservatif Reform, juga mengkritik blog Holdsworth.

“Saya sangat kecewa bahwa dia telah menyiapkan untuk membawa seorang anak dalam debat pernikahan sesama jenis,” kata dia kepada BBC.

“Sebagai seorang pendeta Kristen dia harus berdoa untuk semua orang agar mengenal cinta Kristus, dibandingkan seorang pria muda yang baik.”

Gereja Inggris menolak untuk mengomentari unggahan di blog Holdsworth, yang merupakan anggota Gereja Episkopal Skotlandia.

Pendeta Dr Gregor Duncan, uskup Glasgow dan Galloway, mengatakan: “Komentar yang disampaikan oleh Pendeta Holdsworth dibuat dalam blog pribadinya.

“Seperti diindikasikan dalam blognya, pandangan yang disampaikan merupakan pendapat pribadi.

“Itu tidak mewakili pandangan resmi dari Gereja Episkopal Skotlandia ataupun bukan pendapat yang akan saya setujui. Saya akan mendiskusikan masalah ini dengan Pendeta Holdsworth.” (BBC)