Sunday, 23 September 2018

Jakarta Rugi Rp67 Triliun/Tahun Karena Macet, Sandi: Percepat Infrastruktur

Senin, 4 Desember 2017 — 11:03 WIB
dokumentasi/toga

dokumentasi/toga

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi guna mengatasi kemacetan di ibukota. Pertumbuhan kendaraan yang tidak sebanding dengan ketersediaan infrastruktur jalan membuat kamacetan selalu menjadi persoalan di Jakarta.

“Semua kita percepat. Pembangunan infrastruktur kita percepat, pendanaan juga kita percepat. Investasi kita percepat,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balaikota DKI, Senin (4/11/2017).

Selain itu Sandi juga mempercepat gerakan penggunaan transportasi massal. Dengan meninggalkan kendaraan pribadi untuk beralih ke transportasi umum, maka volume kendaraan di jalanan ibukota akan berkurang. Untuk mendukung gerakan tersebut Pemprov DKI Jakarta juga telah menyiapkan program OK Otrip dengan tarif Rp5.000 untuk setiap perjalanan.

“Gerakan (penggunaan transportasi umum) juga kita percepat. Itu yang kita lakukan,” imbuhnya.

Sebelumnya Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan mengungkapkan kerugian akibat kemacetan lalu lintas di Jakarta tahun 2017 mencapai Rp67,5 triliun. Sedangkan di wilayah Jabodetabek mencapai Rp100 triliun per tahun.

BPTJ menandai permasalahan transportasi Jabodetabek saat ini dengan kondisi tingkat kemacetan yang sangat tinggi. Perjalanan di Jabodetabek 75 persen didominasi oleh sepeda motor, kendaraan pribadi 23 persen dan angkutan umum 2 persen hingga berdampak pada lingkungan.

(ikbal/sir)