Saturday, 18 August 2018

OK Otrip Jadi Program Kerja 100 Hari Anies-Sandi

Senin, 4 Desember 2017 — 19:51 WIB
Wakil Gubenur DKI Jakarta Sandiaga Uno

Wakil Gubenur DKI Jakarta Sandiaga Uno

JAKARTA (Pos Kota) – Wakil Gubenur DKI Jakarta Sandiaga Uno menargetkan pelaksanaan program integrasi sistem transportasi OK Otrip dapat mulai dilakukan sebelum 100 hari masa kerja. Sandi mengatakan persiapan pelaksanaan OK Otrip saat ini dilakukan secara detail.

“OK Otrip rencananya pembahasannya sudah semakin final. Kita akan umumkan OK Otrip dan kita berharap bisa dimulai tentunya penerapannya sebelum 100 hari dari tanggal 16 Oktober kemarin. Jadi next-nya memang kita akan lakukan pembahasan yang lebih detail,” katanya di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (4/11/2017).

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah, hari ini melakukan pertemuan dengan enam bank terkait integrasi pembayaran. Sistem pembayaran akan menggunakan satu kartu dengan saldo rupiah di dalamnya. Setiap pergantian moda transportasi dalam satu perjalanan, pengguna akan dikenai tarif Rp5.000.

Dengan sistem ini maka semua moda transportasi akan dilengkapi dengan mesin taping untuk pembayarannya.

“Sistem taping akan dirapatkan dengan enam bank sore ini. Sistemnya yang penting dapat merekam perjalanan penumpang, dapat menekan kebocoran, menghitung PSO, dan dapat mengetahui pergerakan armada. Nanti di angkot ada (mesin) taping,” jelasnya.

Sebelumnya, sambung Andri, OK Otrip yang mematok harga Rp5.000 dalam satu kali perjalanan dibatasi waktu selama tiga jam. Artinya jika setelah tiga jam, maka perjalanan dianggap sebagai perjalanan baru yang kembali dikenakan tarif perjalanan Rp5.000.

Andri mengatakan saat ini lama perjalanan itu masih dalam tahap kajian. Dikatakan Andri, waktu dalam satu perjalanan tersebut masih dapat berubah.

“Tiga jam itu supaya kita tahu antara berangkat dan pulangnya. Kan itu masih pembahasan, bisa nanti 3 jam, 4 jam atau berapa nanti,” pungkas Andri. (ikbal/yp)