Monday, 11 December 2017

Atasi Kelangkaan Gas

Selasa, 5 Desember 2017 — 4:58 WIB

DALAM sepekan ini masyarakat Jabodetabek ‘kehilangan’ gas LPG (liquefied petroleum gas) atau elpiji ukuran 3 kilogram. Bahkan di sejumlah daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan wilayah Sumatera, kelangkaan terjadi sejak dua pekan terakhir. Padahal ‘gas melon’ adalah bahan bakar andalan rumah tangga menengah ke bawah.

Situasi ini makin membuat rakyat sengsara di tengah bencana alam yang melanda sebagian wilayah di Indonesia. Bukan hanya gas ukuran 3 kilogram, gas 12 kilogram pun sulit diperoleh. Baik di pangkalan maupun agen, barang yang diri langka. Kalau pun ada, masyarakat berebut membeli sehingga harga rawan dipermainkan.

Pemerintah dalam hal ini Pertamina mengklaim, tidak ada pengurangan dalam pasokan gas elpiji. Tapi yang mengherankan, stok gas baik di pengecer maupun pangkalan tidak tersedia. Kemana menghilangnya gas melon, pemerintah belum bisa memberi penjelasan.

Alasan pemerintah bahwa menghilangnya gas disebabkan long week end atau libur panjang akhir pekan, rasanya tidak rasional. Sebab, pelaku bisnis tak mengenal libur dan tidak ingin kehilangan laba hanya karena hari libur.

Seperti diketahui, rantai distribusi gas dimulai dari SPBE (Stasiun Pengisian Bahan bakar Elpiji), agen, pangkalan, pengecer lalu baru sampai ke masyarakat. Logikanya, bila kelangkaan terjadi sejak di hulu, dipastikan di tingkat pengecer pun tidak menerima pasokan.

Berbagai spekulasi dan isu liar kini mengemukan. Ada kekhawatiran langkanya gas elpiji berkaitan dengan rencana pemerintah memangkas subsidi harga gas setelah rencana sebelumnya, mengurangi subsidi Rp1.000/kg atau Rp3000/tabung gagal terealisasi lantaran banyak ditentang. Kabar yang berkembang, pengurangan subsidi akan direalisasikan pada 2018, dengan kata lain harga gas naik.

Kelangkaan gas harus cepat diatasi dalam waktu cepat. Bila tidak, akan banyak yang memanfaatkan situasi ini demi keuntungan sendiri. Berkaca pada kasus-kasus sebelumnya, kelangkaan barang dimanfaatkan oleh oknum melakukan penimbunan gas, atau tabung gas melon isinya dicampur air demi meraup untung besar. Cepat atasi kelangkaan gas. **