Sunday, 17 December 2017

Banyak Doktor, Bukti Kemajuan

Selasa, 5 Desember 2017 — 6:06 WIB
cetar

BERAPA jumlah orang bergelar doktor di negeri ini? Entahlah, yang jelas makin banyak saja. Ada yang dari universitas ternama, ada yang dari universitas biasa-biasa saja, mungkin juga ada yang dari universitas siluman.

Eh, jangan sinis. Banyak orang bergelar doktor, itu pertanda negara kita telah maju di bidang pendidikan. Dengan begitu, akan maju pula tata kelola apa pun di negeri iniā€”baik di bidang pendidikan, ekonomi, pemerintah, dan entah apa lagi.

Kalau ada orang mengatakan bahwa kekayaan alam kita berjibun namun masih banyak orang miskin, itu pertanda mereka tidak bersyukur. Itu salah orag-orang miskin, mengapa mau miskin? Coba lihat, kian banyak mobil mewah berseliweran di jalan-jalan, entah beli secara kredit atau menggunakan uang hasil patgulipat, itu lain soal.

Jangan sinisi doktor. Mereka itu orang-orang cerdik cendekia. Kalau ternyata pernyataan mereka di televisi-televisi maupun di media cetak saling bertolak belakang, itu menandakan bahwa mereka cerdik. Iya, cerdik bersilat lidah. Apalagi yang berada di partai-partai, yang duduk di pemerintahan maupun di lembaga legislatif, agar kelihatan kecerdikannya maka mereka harus pandai bersilat lidah.

Iya, soal doktor ini betul-betul bikin kepala orang sehat jadi pusing dan kepala orang gila tambah miring. Bayangkan, untuk bisa masuk partai, masuk kabinet, jadi anggota DPR, DPD, ormas dan sebagainya, diutamakan bagi mereka yang bergelar doktor. Pokoknya, di depan namanya harus ada gelar doktor.

Para doktor ada di Jakarta, di ibukota provinsi, di kabupaten-kabupaten terpencil, di pucuk gunung. Bayangkan, sepatutnya negeri ini maju melejit menyalip Jepang, China, Thailand, apalagi Malaysia. Nyatanya? Entahlah. – yuwono