Sunday, 18 November 2018

Kondisi Polisi yang Dikeroyok Geng Mulai Membaik

Selasa, 5 Desember 2017 — 14:34 WIB
Anggota Polisi yang menjadi korban pembacokan di Pondok Gede.(ist)

Anggota Polisi yang menjadi korban pembacokan di Pondok Gede.(ist)

BEKASI (Pos Kota)- Dua anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Pondokgede, yang dikeroyok sekolompok Geng pemuda pada Minggu pekan lalu, kondisinya mulai siuman dan sekarang sudah berada di ruang perawatan.

“Psikisnya mulai stabil pasca operasi,” ujar Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota Kombes Pol Hero Bachtiar, Selasa (05/12). Kapolres memastikan kondisi dua anggotanya mulai stabil pascaperawatan intensif medis.
“Dari laporan rumah sakit, korban Bripka Slamet Aji adalah yang paling parah karena harus dijahit lukanya sampai 80 jahitan pada bagian kaki, pinggang dan tangan,” katanya di Bekasi.

Dikatakan Hero, Slamet mengalami luka pendarahan akibat bacokan dan hantaman benda tumpul di tubuhnya oleh para pelaku.

“Slamet menderita luka sobek pada bagian lutut kaki sebelah kiri, luka sobek pada betis kaki kiri, luka sobek pada lengan kanan akibat bacokan,” katanya.

Hal itu dikatakan Hero saat agenda gelar kasus di halaman Mapolrestro Bekasi Kota, Selasa siang.

Sementara, kondisi korban Iptu P Anjang hanya mengalami beberapa luka jahitan di bagian tangan akibat lemparan batu dan batako.

Menurut dia, kondisi fisik kedua korban saat ini sudah stabil pasca operasi yang dilakukan oleh tim medis Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta sejak Senin (4/12).

“Korban Slamet sudah menjalani operasi dua kali sejak dilarikan ke rumah sakit. Saat ini kondisinya sudah stabil dan bisa berkomunikasi dengan anggota,” katanya.

Dikatakan Hero, pelaku pengeroyokan korban merupakan remaja yang tergabung dalam kelompok Rawa Lele 212 yang beranggotakan puluhan remaja di Jalan Celepuk II RT 01 RW12 Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi.

Dari sepuluh remaja di kawasan itu yang telah dijaring polisi, kata dia, sebanyak lima di antaranya kini berstatus sebagai tersangka kasus pengeroyokan korban.

Tersangka masing-masing berinisial HY, MI, IO, FA dan FM, sementara tiga pelaku lainnya berstatus daftar pencarian orang (DPO).

“Lima remaja lainnya yang tidak terbukti hanya berstatus saksi mata dan sudah kita pulangkan setelah membuat perjanjian tidak mengulang perbuatan tawuran,” katanya.

Hero menambahkan kelima tersangka pengeroyokan polisi dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara.
(saban/sir)