Monday, 11 December 2017

Mengaku Kasihan, Depe Ogah Ungkap Nama Petugas yang Mengawalnya

Selasa, 5 Desember 2017 — 14:30 WIB
Dewi Perssik bersama suami Angga Wijaya dan kuasa hukum Maha Awan Buwana usai melakukan laporan pencemaran nama baik. (yendhi)

Dewi Perssik bersama suami Angga Wijaya dan kuasa hukum Maha Awan Buwana usai melakukan laporan pencemaran nama baik. (yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) –  Dewi Perssik keukeuh jika dirinya mendapat pengawalan dari petugas Kepolisian, saat hendak masuk ke jalur Bus Transjakarta di kawasan Pejaten Village beberapa waktu lalu. Namun, ia enggan membeberkan nama petugas tersebut dengan dalih kasian.

“Tapi suatu saat nanti saya akan sebut namanya, kalau dibutuhkan. Karena kondisinya saya kasihan. Nanti dia dikejar kan kasian. Padahal bapak itu sudah lakukan tugasnya dengan baik,” kata Dewi Perssik saat membuat laporan di Polda Metro Jaya, Senin, (4/12/2017) malam.

Sementara Maha Awan Buwana, kuasa hukum Depe mengatakan, bahwa kliennya memang meminta bantuan kepada petugas Patwal Ditlantas Polda Metro Jaya, untuk melakukan pengawalan. Seperti keterangan Depe sebelumnya, ia terburu-buru menuju rumah sakit lantaran asistennya mendadak sakit asma. Namun, ijin pengawalan dilakukan secara lisan.

“Jadi begini, permohonan patwal itu ada dua satu secara tertulis dan lisan. Sekarang secara lisan apakah boleh? Boleh. Dan saya sudah sampaikan ke Dirlantas saya tidak bisa mengungkap siapa orangnya. Tidak bisa diungkapkan kasian sama petugas,” kata Awan.

Namun, saat itu seorang pengawal yang mengendarai sepeda motor, disebutnya tertinggal dibelakang sehingga tidak bisa membantu memberikan akses jalan ke Bus Transjakarta. Diakui, petugas tersebutlah yang menyuruh mobil Depe masuk ke Jalur Busway.

“Ya ga tau ya (petugas pengawal tertinggal), ini situasional seperti itu ya. saya kira bapak polisi ini sudah berbuat demi kemanusiaan, sudah itu dan melakukan diskresi itu sesuai Undang-undang,” kata Awan.

Dijelaskan Awan, sebagaimana diatur dalam Undang-undang bawah dalam keadaan diskresi untuk kepentingan umum petugas kepolisian bisa mengambil tindakan sesuai penilaian sendiri. “Mobil mas Angga masuk Busway dan bawa orang sakit dan mendapat diskresi,” tegasnya. (Yendhi/embun)