Wednesday, 19 September 2018

Polisi Bantah Ahmad Dhani Tidak Ditahan Karena Fadli Zon

Selasa, 5 Desember 2017 — 11:47 WIB
Ahmad Dhani (plontos) datang bersama kuasa hukumnya ke Polres Metro Jakarta Selatan. (yendhi/dok)

Ahmad Dhani (plontos) datang bersama kuasa hukumnya ke Polres Metro Jakarta Selatan. (yendhi/dok)

JAKARTA (Pos Kota) – Musisi kondang Ahmad Dhani tidak dilakukan penahanan meski telah ditetapkan tersangka dugaan ujaran kebencian melalui media sosial oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Usai diperiksa selama 1×24 jam Dhani diperbolehkan pulang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo membantah alasan kehadiran Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon sebagai pertimbangan penyidik tidak menahan pentolan grup Band Dewa 19 itu.

Seperti diketahui, saat dilakukan pemeriksaan perdana sebagai tersangka pada 30 November 2017 Wakil Ketua DPR, Fadli Zon sempat datang ke sana menjenguk Ahmad Dhani pada malam harinya.

“Tidak ditahan ada subjektivitas penyidik, itu ada di Undang-undang. Penyidik boleh tidak menahan, menahan juga boleh. Tapi itu semua ada di penyidik yang punya kewenangan. Tidak ada jaminan apa-apa,” kata Argo saat dikonfirmasi, Selasa, (5/12/2017).

Menurut Argo, kemungkinan Ahmad Dhani akan dilakukan pemanggilan ulang jika memang masih ada keterangan yang diperlukan olej penyidik.

“Untuk Ahmad Dhani nanti dicek agenda penyidik apakah sudah cukup atau tidak. Kalau sudah cukup masa mau diperiksa lagi,” ujar dia.

Kasus Dhani bermula dari laporan yang diajukan oleh Jack Boyd Lapian. Boyd yang mengklaim sebagai pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini melaporkan unggahan Dhani di akun twitter @AHMADDHANIPRAST yang menyebutkan, ‘Siapa saja yang dukung penista agama adalah ****** yang perlu diludahi mukanya -ADP’.

Dalam kasus ini, Ahmad Dhani diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

(yendhi/sir)