Monday, 11 December 2017

Cegah Tradisi Kenaikan Harga

Rabu, 6 Desember 2017 — 4:51 WIB

BELUM selesai soal kelangkaan gas melon ( subsidi), warga dikagetkan lagi dengan kenaikan harga sembako. Jika kelangkaan gas melon di wilayah Bogor dan sekitarnya akibat terlambatnya pengiriman, lantas apa yang membuat harga sembako naik?

Jika kenaikan harga telor ayam ras menjadi tradisi jelang hari – hari besar seperti Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru seperti dikatakan pedagang, logikanya bukan karena terlambatnya pasokan.

Boleh jadi ada yang tidak pas dalam pengaturan atau ulah segelintir oknum yang ingin mencari keuntungan disaat banyak yang membutuhkan.

Di pasar tradisional kawasan Jakarta Selatan misalnya, harga telor ayam ras naik dari Rp24.000/kg menjadi Rp26.000 /kg.

Kenaikan ini terjadi akibat harga dari distributor sudah naik sehingga ke tingkat pengecer pun ikut naik. Jika tidak, pedagang yang menangung rugi.

Memang ini baru sebagian pasar yang terpantau adanya kenaikan, kita tentunya berharap tidak terjadi kenaikan yang beruntun akibat efek domino.

Begitu juga tidak terjadi kenaikan pada jenis komoditas yang lain seperti sayur mayur, minyak goreng, dan gula.

Itulah sebabnya, sejak awal pihak terkait seperti dinas perdagangan perlu melakukan pemantauan terhadap stok barang, pasokan dan harga jual di pasaran.

Antisipasi sejak awal sangat diperlukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya kenaikan. Ini perlu agar tidak kenaikan harga tidak terulang pada menjelang hari besar seperti Natal dan Tahun Baru.

Tidak dapat dipungkiri kenaikan harga dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya karena pasokan terlambat akibat cuaca, stok terbatas sementara kebutuhan masyarakat melonjak.
Tapi sering tidak dapat terbantahkan kenaikan harga akibat ulah segelintir oknum yang ingin mencari keuntungan sebanyak mungkin, di saaat – saat tertentu. Misalnya jelang Puasa, Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru.

Untuk poin yang terakhir ini, kita berharap pemerintah tidak kalah langkah mengantisipasi.
Jelang Puasa dan Lebaran lalu, Polri beserta jajarannya di daerah hingga ke tingkat Polres membentuk Tim Satgas Pangan. Tujuannya melakukan pemantauan harga pangan langsung ke lapangan. Melakukan tindakan hukum terhadap oknum yang terindikasi menimbun barang dengan tujuan mencari keuntungan. Tidak sedikit para penimbun barang diproses hukum.

Hasilnya, harga sembako dapat dikendalikan karena mafia harga menghentikan aksinya. Gerak cepat seperti itu hendaknya menjadi sebuah kebijakan yang perlu terus digulirkan untuk mencegah kenaikan harga yang cenderung rutin terjadi jelang har- hari besar, seperti Natal dan Tahun Baru ini. (*)