Monday, 11 December 2017

Didesak Mundur, Bupati Sukabumi: Dasarnya Apa?

Rabu, 6 Desember 2017 — 14:45 WIB
Bupati Sukabumi Marwan Hamami (tengah)

Bupati Sukabumi Marwan Hamami (tengah)

SUKABUMI (Pos Kota) – Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menyoroti mengenai maraknya celotehan di jejaring sosial Facebook dengan hastag 2TahunMundur belakangan ini. Marwan mempertanyakan desakan mundur itu dasarnya apa? Dia mengklaim semua program sudah berjalan dan terlihat nyata di masyarakat selama kepemimpinannya.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi ini memaparkan, program yang dibuat bersama pendampingnya, Adjo Sardjono baru berjalan setahun, yakni 2017. Sebab, program pada 2016 merupakan produk pemerintahan sebelumnya. Duet Marwan-Adjo baru dilantik pada Februari 2016 setelah memenangkan Pilkada pada 2015 dengan capaian suara lebih 50 persen.

“Dua tahun itu terhitung 2017 dan 2018. Karena 2016 programnya dibuat oleh pemerintahan sebelum saya bersama Pak Adjo. Sekarang baru berjalan setahun nuntut mundur, dasarnya apa? Semua program sudah berjalan dan terlihat nyata di masyarakat,” papar Marwan saat dihubungi poskotanews.com melalui telepon selulernya, Rabu (6/12/2017).

Diakui Marwan, pada awal kepemimpinan memang dirinya berstatement kalau dua tahun tidak bisa menjalankan program siap mundur. Tapi itu merupakan statement politisnya. Namun kalimatnya itu seolah dipolitisasi sebab ada kalimat lainnya.

“Saat itu saya sampaikan sebelum saya mundur, apabila tidak mampu menjalankan program, mulai sekda dan kepala dinas akan saya berhentikan. Itu disampaikan untuk memotivasi kinerja dinas supaya all out bekerja. Ada yang salah?” tanya pria kelahiran Sukabumi, 22 Mei 1963 ini.

Akan tetapi, Marwan merasa kalimatnya itu dipolitisasi orang-orang tertentu sehingga bahasanya menjadi terkesan provokasi. Namun hal itu, baginya tidak jadi soal. Bersama Adjo, dia bertekad akan terus menjalankan semua program untuk menjadikan wilayah sesuai tagline-nya yaitu Sukabumi Lebih Baik.

“Iya gagal bagi mereka yang mimpinya ngga jadi. Bagi masyarakat, Insyaallah akan merasakan walaupun belum seluruhnya, tapi kami akan fokus menyelesaikannya. Harus jelas parameter dan variable gagal yang dipakai itu apa? Bukan omongan karena tidak suka,” cetusnya.

Seharusnya, sambung Marwan, penilaian gagal itu muncul dari mayoritas suara masyarakat. Jadi kalau jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi mencapai 2,5 juta, terus yang menilai gagal hanya 10 atau 20 orang, dia mempertanyakan apakah mewakilinya?

“Ketika ada demo pasti ada aktor intelektualnya dan jangan munafik pasti ada biayanya. Siapa yang membiayainya? Wallahualam. Dan kalaupun saya disuruh mundur harus dua-duanya (bersama wabup) karena ini program, kecuali saya tersandung masalah hukum, itu berbeda masalahnya,” tandasnya.

​Terpisah, Ketua Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi, Dewek Sapta Anugerah menilai, mencuatnya #2TahunMundur merupakan upaya gerakan sosial murni berdasar pada kondisi saat ini di Pemerintahan Marwan-Adjo. Hal tersebut seiring dengan janji Bupati yang pernah dilontarkannya. Sehingga, gerakan tarik mandat dua tahun mundur ini murni pada penilaian objektif secara material. Di mana beberapa persoalan di kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa ini dinilainya masih belum bisa terentaskan oleh penguasa saat ini.

“Beberapa persoalan masih kita temui, seperti maraknya pungutan liar terkait pencaker, perbaikan infrastruktur yang belum menyeluruh, pelayanan kesehatan dan pendidikan yang masih jauh dari harapan, dan persoalan lainnya,” ungkapnya.

Ditegaskan mahasiswa perguruan tinggi swasta ini bahwa desakan mundur murni hasil konsolidasi basis gerakan. Tidak ada penumpang gelap yang membiayai seperti apa yang dituduhkan.

Aktivis lainnya, Pery Permana menyarankan dengan mencuatnya desakan mundur ini, pejabat Pemkab terutama Bupati harus menanggapinya dengan serius. Dia melihat, saat ini kritikan masyarakat terkesan dijawab dengan pernyataan keliru, seperti munculnya gerakan mundurkan Bupati disebutkan ada yang membiayai. “Itu sebetulnya membuat suasana semakin panas. Kalau memang merasa ada peningkatkan coba diperlihatkan kepada masyarakat apa saja yang telah berubah,” tukasnya.

(sule/sir)