Sunday, 17 December 2017

Fit and Proper Test Calon Panglima TNI Terbuka dan Tertutup

Rabu, 6 Desember 2017 — 10:21 WIB
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto

JAKARTA (Pos Kota) – ┬áTerbuka dan tertutup. Itulah fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) yang akan digelar Komisi I DPR hari ini (Rabu, 6/12), terhadap Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Marsekal Hadi pun sudah hadir di DPR.

“Ketika paparan visi-misi itu terbuka, dan ketika pendalaman, karena ada mungkin banyak hal-hal yang sifatnya rahasia, kami laksanakan tertutup,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanudin, di DPR, Rabu ini.

Menurut dia, uji kelayakan dan kepatutan Marsekal Hadi akan digelar pukul 10.00 WIB, Rabu (6/12/2017). Fit and proper test dimulai dengan adanya sesi pemeriksaan administrasi.

“45 menit pertama kita lakukan pemeriksaan administrasi. Sudah ada item-item yang akan ditanyakan. Kemudian 10.45 kita mulai fit and proper test. Setelah itu, kita ak├án rapat tertutup untuk memutuskan menolak atau menyetujui, itu,” kata TB.

Fit and proper test Marsekal Hadi awalnya akan terbuka untuk umum. Namun untuk sesi pendalaman, uji kelayakan akan dilakukan secara tertutup. “Rapat akan dilaksanakan ketika paparan visi-misi itu terbuka dan ketika pendalaman, karena ada banyak mungkin hal-hal yang sifatnya rahasia kita laksanakan tertutup,” tandasnya.

Di Parlemen sendiri, mayoritas fraksi di DPR memberi dukungan untuk Marsekal Hadi. Perwira tinggi TNI yang kini menjabat sebagai KSAU itu dinilai memenuhi kualifikasi untuk menjadi Panglima TNI. Dia juga dianggap bisa meneduhkan institusi TNI jelang tahun-tahun politik ke depan dalam rangka pilkada serentak pada 2018 serta Pileg dan Pilpres di 2019.

“Saya yakin mampu memposisikan TNI tetap berada di zona sapta marga yang netral terhadap kekuatan politik mana pun,” ucap Ketum PPP Romahurmuziy.

Partai Demokrat, sebelumnya juga sudah mendukung pencalonan Marsekal Hadi. Sebagaimana disampaikan Syarif Hasan, pihaknya setuju dengan penunjukan calon Panglima TNI secara bergiliran antar matra. (win)