Sunday, 17 December 2017

Presiden Palestina Mahmoud Abbas Minta Pemimpin Dunia Tolak Rencana Trump

Rabu, 6 Desember 2017 — 10:33 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas .(Reuters)

Presiden Palestina Mahmoud Abbas .(Reuters)

PALESTINA – Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan pemimpin negara berpenduduk mayoritas muslim mendesak pemimpin dunia agar bisa ikut menghentikan rencana Presiden Donald Trump untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Abbas mendesak Paus Benediktus, Presiden Rusia dan pemimpin negara lainnya untuk ikut menolak rencana kontroversial Trump ini.

“Presiden Abbas mengatakan pihaknya menolak rencana tersebut dan mendesak para pemimpin dunia ikut menolak sebelum hal ini terjadi,” ujar juru bicara Presiden Abbas, Nabil Abu Rdainah, seperti dilansir Reuters, Selasa (5/12).

“Presiden Abbas menanggapi bahwa keputusan itu membawa konsekuensi sangat berbahaya tersebut terhadap proses perdamaian dan keamanan, dan stabilitas wilayah, ” kata Nabiel.

(Baca : Raja Salman Khawatir Rencana Trump Bahayakan Perundingan Damai)

Presiden Rusia Vladimir Putin kemudian menghubungi Abbas, mengatakan bahwa Moskow mendukung sepenuhnya dimulainya pembicaraan kembali antara Israel dan Palestina, salah satunya mengenai status Yerusalem.

Sebelumnya otoritas Trump mengutarakan keinginannya untuk memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem kepada para pemimpin Timur Tengah, keputusan yang mematahkan kebijakan AS selama ini dan juga dapat memicu kekerasan di Timur Tengah.

Rencana pemindahan kedubes itu memicu kecaman dari negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. Sebab, jika AS memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem, berarti negara itu mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Padahal sejak 70 tahun lalu, konsensus internasional menyatakan Yerusalem adalah wilayah internasional tidak bertuan, namun saat ini diduduki secara ilegal oleh Israel.(Tri)