Sunday, 17 December 2017

TRC-PB, Percepat Penanganan Bencana di Kota Sukabumi

Rabu, 6 Desember 2017 — 7:48 WIB
TRC PB diharapkan dapat mempercepat penanganan ketika terjadi bencana di Kota Sukabumi, Jawa Barat.

TRC PB diharapkan dapat mempercepat penanganan ketika terjadi bencana di Kota Sukabumi, Jawa Barat.

SUKABUMI (Pos Kota) – Keberadaan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) di Kota Sukabumi untuk mempercepat penanganan bencana. Terlebih, belakangan berbagai bencana menerjang akibat cuaca ektrem.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Asep Suhendrawan menuturkan pembentukan TRC-PB ini mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

“Ketika terjadi bencana maka semua lembaga atau instasi yang terkait harus sama-sama ke lapangan untuk menanggulanginya. TRC PB ini melibatkan sejumlah dinas atau lembaga teknis terkait seperti Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan lainnya,” ujar Asep usai kegiatan diseminasi penguatan kesiapsiagaan daerah rawan bencana bagi calon TRC-PB di Grand Yustik, Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Asep, TRC PB ini juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Disebutkannya, upaya penanggulangan bencana menjadi tanggungjawab semua pihak.

“TRC-PB ini juga disebabkan karena Sukabumi masuk dalam kawasan rawan bencana di Jawa Barat. Indeks rawan bencana (IRB) Provinsi Jawa Barat 2011 menempatkan Kota Sukabumi di kelas rawan bencana tinggi dengan skor 60 dengan urutan ke-19 dari 27 kabupaten/kota di Jabar,’’ terang Asep.

Berdasarkan hasil indeks resiko bencana Indonesia 2013 yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menempatkan Sukabumi pada kelas resiko sedang dengan skor 114. Namun Sukabumi memiliki risiko tinggi untuk acaman gempa bumi, longsor dan kekeringan serta kebakaran permukiman.

Dari data BPBD Kota Sukabumi, rentang Januari-Oktober 2017 tercatat sebanyak 123 kasus bencana. Rinciannya bencana tanah longsor sebanyak 39 kali kejadian, cuaca ektrem (pohon tumbang dan rumah roboh-red), sebanyak 26 kasus, kebakaran perumahan sebanyak 19 kasus, banjir sebanyak 33 dan angin topan sebanyak 4 kasus.

(sule/sir)