Thursday, 14 December 2017

10 TKI Asal Karawang Tewas

Kamis, 7 Desember 2017 — 23:57 WIB
ilustrasi

ilustrasi

KARAWANG (Pos Kota) – Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, Jawa Barat mencatat sepanjang tahun 2017 jumlah angka kematian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri mencapai angka 10 orang.

Sedangkan jumlah TKI yang berangkat ke luar negeri sepanjang tahun ini mencapai 2.688 orang.

TKI yang meninggal di luar negeri tersebut dari mulai disiksa majikan, diperkosa, hingga jatuh dari kapal. Hal tersebut sesuai data yang terhimpun di Dinas Tenaga Kerja dan Trnasmigrasi (Disnakertrans) Karawang hingga bulan September-Oktober kemarin.

“Database yang ada di kami hanya TKI yang resmi, di luar itu kami kesulitan mengontrol,” ujar Kadisnakertrans Karawang, Ahmad Suroto, kemarin .

Menurur Suroto, negera tujuan para TKI asal Karawang beberapa tahun terakhir umumnya didominasi oleh negara-negara di Asia Timur seperti Taiwan, Tiongkok, dan Hongkong.

“Memang untuk timur tengah masih ada moratorium, jadi negara di Asia Timur Raya jadi tujuan,” jelasnya.

Sedangkan jenjang pendidikan para TKI yang memilih mengaduikan nasib jauh dari keluarga ini didominasi oleh lulusan SD dan SMP. Tak ayal mayoritas TKI asal Karawang yang berangkat ke luar negeri kebanyakan hanya bekerja sebagai buruh rumah tangga. “Kalau jenjang pendidikan sudah pasti didominasi SD dan SMP,” tuturnya.

Dijelaskan, untuk menjamin keselamatan kerja para penyelamat devisa negara asal Karawang, terhitung dari 1 Agustus 2017, para TKI yang berangkat melalui jalur resmi telah didaftarkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sesuai Pemenaker Nomor 7 Tahun 2017 tentang jaminan sosial tenaga kerja Indonesia.

“Jadi semua yang berangkat lewat jalur resmi pasti didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan terlebih dahulu untuk menjamin mereka saat bekerja di luar negeri,” tuturnya.

Selain itu tahun 2018, lanjutnya, Disnakertrans juga ajkan meresmikan kantor pelayanan terpadu satu pintu pendaftaran dan pengurusan administrasi para TKI yang salah satunya mengakomodor data-data para calon TKI secara lengkap. Pendataan tersebut meliputi, calon TKI tersebut akan bekerja di negara dan daerah mana, perusahaan atau rumah tangga, dan data lengkap bos atau majikannya.

“Seringkali kami dapat pengaduan TKI hilang komunikasi derngan keluarga bertahun-tahun, karena tidak ada database lengkap yang dapat dijadikan pemantauan berkala oleh kami. Diharapkan dengan ini, kita bisa pantau terus, bahkan kalau umpamanya TKI pindah majikan, kita tahu siapa majikan barunya,” pungkasnya.(dadan)