Thursday, 14 December 2017

Aniaya Wartawan, Tentara Dituntut 6 Bulan Penjara

Kamis, 7 Desember 2017 — 21:38 WIB
Aniaya wartawan Prada Kiren Dituntut 6 bulan penjara

Aniaya wartawan Prada Kiren Dituntut 6 bulan penjara

MEDAN (Pos Kota)- Oditur Militer Mayor Rio Panjaitan menuntut enam bulan penjara kepada Prada Kiren Singh, anggota TNI AU anggota Lanud Soewondo Medan yang menganiaya wartawan dalam persidangan di Pengadilan Militer I-02 Medan, Kamis (7/12)

Menurut Panjaitan, dalam kasus ini, Kiren Singh dinyatakan bersalah menganiaya jurnalis Array Argus, sesuai dengan pasal 351 KUHPidana.

“Terdakwa melakukan penganiayaan terhadap jurnalis bernama Array dengan cara menendang. Tindakan itu dilakukan saat kericuhan sengketa lahan di Sari Rejo Polonia pada 15 Agustus 2016 silam,” kata Oditur Militer, Mayor Rio Panjaitan di hadapan Ketua Majelis Hakim, Letnan Kolonel Chairul.

Majelis hakim yang mendengar pembelaan itu kemudian menunda sidang. Rencananya, sidang putusan akan digelar pada Senin (11/12) mendatang.

Ketua Divisi Jaringan LBH Medan, Aidil A Aditya selaku penasehat hukum Array sangat menyayangkan tuntutan yang dianggap ringan tersebut.

Kata Aidil, harusnya oditur militer turut menjerat terdakwa Kiren dengan pasal 170 KUHPidana.

“Penganiayaan yang dilakukan Kiren dan (Pratu) Rommel kan secara bersama-sama. Kenapa tidak dijerat pasal 170-nya. Kenapa juga berkas kasus ini harus dipisah,” ungkap Aidil kepada wartawan.

Ia berharap, majelis hakim yang menyidangkan perkara ini nantinya memberikan hukuman yang setimpal terhadap Kiren.

Selama persidangan, Kiren dan temannya Rommel mengaku sama-sama menganiaya Array saat korban melakukan peliputan di Sari Rejo, Medan Polonia pada 15 Agustus 2016 lalu.

Sebelumnya, Pratu Rommel P Sihombing, anggota TNI AU divonis 3 bulan penjara dalam kasus yang sama di Pengadilan Militer,Medan. (samosir)